Wim Desak Pemkot Palu Siapkan Alkon Hadapi Banjir
PALU, Radar Sulteng – Banjir belum datang, tetapi DPRD Kota Palu meminta pemerintah tidak menunggu bencana kembali menerjang untuk menyiapkan peralatan. Banggar mendorong pengadaan Alkon dan tambahan tenda pengungsian masuk dalam APBD Perubahan 2026.
Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kota Palu,
Abdurrahim Nassar Al’Amri alias Wim, saat rapat Banggar Tim Anggaran Pemerintah
Daerah (TAPD) bersama Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo dan
jajaran OPD terkait, di ruang sidang utama DPRD, Jalan Moh Hatta, Kamis
(17/9/2026).
Wim mengingatkan potensi hujan yang meningkat dalam beberapa
bulan ke depan. Ia meminta pemerintah memperkuat kesiapan karena Kota Palu
memiliki pengalaman menghadapi banjir bandang.
“Karena kita tidak tahu curah hujan ke depan ini bagaimana.
Kita enggak minta ada banjir bandang atau apa, tapi paling tidak kita sudah
harus standby karena ini sangat penting buat kita ke depan juga, pimpinan,”
kata Wim dalam rapat.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Data dalam dokumen
perencanaan Pemkot Palu mencatat sekitar 615 hektare wilayah kota masuk zona
risiko banjir tinggi. Wilayah berisiko tersebut berada di kawasan aliran sungai
dan sejumlah jalur sungai yang melintasi permukiman.
Bahkan pada April 2025 lalu, hujan berintensitas tinggi
memicu banjir bandang di tiga kecamatan di Kota Palu, yakni Mantikulore,
Ulujadi dan Palu Barat. BNPB mencatat dua rumah hanyut dan sekitar 100 rumah
terendam dalam kejadian tersebut.
Dalam rapat, Wim meminta empat unit Alkon untuk BPBD Kota
Palu. Nilai pengadaannya disebut sekitar Rp16 juta.
Ia mengungkapkan kondisi Alkon yang tersedia saat ini
menjadi persoalan karena disebut telah mengalami kerusakan. Padahal, alat
tersebut dibutuhkan untuk mempercepat penyedotan maupun penanganan air saat
terjadi genangan.
“Pertama mengenai Alkon karena saya sempat dulu, Ibu Sekot,
telepon Ibu Sekot waktu itu minta Alkon untuk di Silae itu sangat susah,
pimpinan. Nah, ternyata di BNPB ini Alkonnya mereka ini sudah rusak semua,”
ujar politisi Demokrat itu.
Selain mesin penyedot air, kebutuhan tenda pengungsian turut
menjadi perhatian. Wim menyebut BPBD hanya memiliki satu tenda yang dapat
digunakan untuk penanganan warga terdampak.
Ia meminta penambahan dua tenda. Namun jika anggaran
terbatas, satu unit dinilai cukup untuk dimasukkan lebih dulu dalam perubahan
APBD.
“Seminggu kemarin ada kebakaran yang ada di Kampung Baru,
pimpinan. Tenda di BNPB ini cuma ada satu. Tenda untuk pengungsian ini cuma ada
satu. Kalau bisa ditambahkan dua, tapi kalau memang anggaran kita masih anu,
satu saja dulu di perubahan, anggarannya kan cuma Rp40 juta,” jelasnya.
Dalam buletin yang diterbitkan pada (17/09/2026), BMKG
memuat prediksi hujan Oktober hingga Desember. BMKG menyebut wilayah Indonesia
secara umum diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah,
dengan sifat hujan bawah normal hingga normal. BMKG tetap meminta masyarakat
mengacu pada pembaruan informasi bulanan untuk kondisi operasional.
Menanggapi usulan tersebut, Sekda Kota Palu Irmayanti
Pettalolo mengatakan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem menjadi perhatian
pemerintah.
Menurutnya, kebutuhan Alkon tidak hanya berada di BPBD.
Sejumlah OPD lain juga memiliki peralatan serupa sehingga pemerintah perlu
mengecek kembali kebutuhan dan penganggarannya.
“Untuk berkaitan dengan upaya mitigasi terhadap cuaca yang
cukup ekstrem, memang ini menjadi catatan perhatian kami. Dan untuk Alkon itu
bukan hanya ada di BPBD. Itu ada di PU, ada juga di Disdamkar Kota Palu, ada
beberapa OPD,” kata Irmayanti.
Ia menyebut pemerintah akan kembali mengecek kebutuhan
peralatan untuk memastikan kesiapan apabila banjir kembali terjadi.
“Dinas Sosial nanti kita cek kembali ya, karena memang kita
untuk siapkan apabila terjadi lagi banjir seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.
Usulan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari pembahasan
Banggar dalam penyusunan APBD Perubahan 2026. Wim meminta kebutuhan mitigasi
tidak luput dari penganggaran, sehingga pemerintah memiliki peralatan yang siap
digunakan ketika bencana terjadi.(AKA)
.png)

