Usai Dilantik, Marco Mile Bidik Prestasi Kejurnas dan Eksebisi Porprov
![]() |
Marco Mile bersama Ketua PBFI Pusat Irwan Alwi |
Marco dilantik oleh Irwan Alwi di Aula KONI Sulteng, Jumat (11/9/2026).
Pelantikan dihadiri Ketua Harian KONI Sulteng Ifan Taufan, Kabid Kepemudaan Dispora Sulteng, Sandrina Kaliey, dan jajaran Ketua Pengprov Cabor.
Dalam kepengurusan barunya, Marco langsung menetapkan sejumlah
target, terutama terkait pembinaan dan peningkatan prestasi atlet binaraga
Sulteng.
Marco mengatakan, salah satu target awal kepengurusannya
adalah mempersiapkan dan mengirim atlet Sulteng mengikuti Kejuaraan Nasional
(Kejurnas) di Manado, Sulawesi Utara.
“Di dalam kepemimpinan saya yang akan berjalan kurang lebih
empat tahun ini, Insya Allah kita mempunyai beberapa target yang sudah kita
rencanakan dengan matang. Salah satunya pengiriman atlet dan pembinaan atlet
yang akan kita kirimkan ke Kejurnas di Sulawesi Utara di Manado,” kata Marco.
Selain Kejurnas, PBFI Sulteng juga akan menggelar eksebisi
mandiri sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi
(Porprov) di Kabupaten Morowali yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini.
Menurut Marco, eksebisi tersebut akan melibatkan atlet-atlet
bina raga Sulteng dan dilaksanakan langsung di Kabupaten Morowali.
“Dua target tersebut menjadi langkah awal kita untuk
kepengurusan Pengprov di tahun ini,” ujarnya.
Setelah agenda tersebut, PBFI Sulteng juga menyiapkan
sejumlah kegiatan body contest dengan melibatkan atlet dari seluruh kabupaten
dan kota di Sulteng.
Marco menyebut, atlet-atlet dari 13 kabupaten dan satu kota
akan diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka. Rencananya, sejumlah
event tersebut mulai digelar awal tahun depan di Kota Palu.
“Semua atlet bina raga yang kita akan panggil dari seluruh
penjuru Pengcab yang ada di 13 kabupaten plus kota, untuk mengikuti event-event
tersebut,” katanya.
Dalam menjalankan program pembinaan, Marco menegaskan PBFI
Sulteng akan memberikan perhatian lebih terhadap atlet putra daerah.
Menurutnya, potensi atlet lokal cukup besar sehingga tidak perlu terlalu
bergantung pada atlet dari luar daerah.
Ia mengakui, sebelumnya kepentingan mengejar prestasi
terkadang membuat daerah menggunakan atlet dari luar untuk memperkuat
kontingen.
“Khusus di PBFI Sulteng, kita akan mengelola agar hal-hal
itu tidak terjadi. Semua atlet yang akan kita ikut sertakan dalam event-event
besar, Kejurnas ataupun event provinsi, kita akan usahakan semaksimal mungkin
untuk membina atlet-atlet putra daerah dari kabupaten ataupun kota,” tegasnya.
Marco optimistis Sulteng memiliki potensi besar dalam cabang
olahraga binaraga. Selain atlet yang telah berpengalaman, menurut dia, banyak
bibit baru yang mulai berkembang dan menekuni olahraga tersebut.
“Potensi yang ada di Sulawesi Tengah ini sangat besar.
Selain atlet yang sudah banyak makan garam, sudah sangat banyak bibit-bibit
atlet yang berkecimpung dalam dunia binaraga. Itu yang akan kita ambil untuk
dibina, dan bisa melangkah ke jenjang yang lebih profesional,” jelasnya.
Pertumbuhan pusat kebugaran atau gym di sejumlah daerah juga
dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan olahraga binaraga.
Marco mengatakan, hampir seluruh kabupaten di Sulteng kini
mulai memiliki fasilitas gym. Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi
PBFI untuk menjaring sekaligus membina atlet-atlet potensial dari daerah.
“Betul, sekarang gym yang ada di daerah-daerah, di
kabupaten-kabupaten, rata-rata sudah mempunyai gym sendiri,” pungkasnya. (bar)
.png)

