Sukseskan Piala Soeratin, Fathur Dorong Pembinaan Talenta Muda Sepak Bola
HADIR - Pembukaan Piala Soeratin U-15 dan U-17 Sulteng. Foto IST
PALU, Radar Sulteng – Kompetisi Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Sulawesi Tengah yang memperebutkan Piala Gubernur Sulawesi Tengah resmi bergulir. Ajang pembinaan sepak bola usia muda tersebut mendapat dukungan penuh dari KONI Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Muhammad Fathur Razaq.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid secara
resmi membuka kompetisi tersebut di Lapangan Sepak Bola Gawalise, Tipo, Kota
Palu, Rabu (2/9/2026). Dalam pembukaan itu, Anwar didampingi Ketua KONI
Sulawesi Tengah Muhammad Fathur Razaq.
Kompetisi yang berlangsung hingga 8 September
2026 tersebut diikuti 19 tim dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
Pertandingan U-15 dipusatkan di Lapangan Kalavata, Kelurahan Nunu, sedangkan
kategori U-17 berlangsung di Lapangan PS Gawalise Tipo.
Pelaksanaan Piala Soeratin menjadi salah satu
bagian penting dalam upaya membangun pembinaan sepak bola usia muda secara
berjenjang di Sulawesi Tengah.
Fathur Razaq menegaskan, KONI Sulawesi Tengah
berkomitmen mendukung program pembinaan atlet sejak usia dini. Menurutnya,
kompetisi seperti Piala Soeratin menjadi wadah penting untuk memberikan
pengalaman bertanding sekaligus mengukur perkembangan kemampuan pemain muda.
Pembinaan yang dilakukan secara konsisten
diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta sepak bola dari daerah yang
nantinya dapat memperkuat Sulawesi Tengah pada berbagai ajang olahraga,
termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid
mengatakan, Piala Soeratin tidak boleh hanya dipandang sebagai kompetisi untuk
memperebutkan trofi. Lebih dari itu, ajang tersebut harus menjadi bagian dari
sistem pembinaan pemain muda yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Ke depan, pembinaan seperti yang kita lakukan
hari ini harus dilakukan secara berjenjang. Saya berharap teman-teman Askab dan
Askot juga dapat melakukan kegiatan di masing-masing daerah,” ujar Anwar.
Menurutnya, pemain-pemain terbaik dari 13
kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah perlu dipantau sejak dini sebelum
dipertemukan dalam kompetisi tingkat provinsi.
“Nanti kita pertemukan tim-tim terbaik dari
seluruh wilayah untuk mendapatkan pemain terbaik seperti Witan Sulaeman,”
katanya.
Anwar berharap sistem tersebut dapat
menghasilkan pemain yang benar-benar tumbuh melalui proses pembinaan di
Sulawesi Tengah, bukan dibentuk secara instan ketika menghadapi sebuah
kejuaraan.
“Kita ingin mendapatkan pemain yang
benar-benar lahir dari rahim Sulawesi Tengah sendiri, seperti Witan Sulaeman
dan pemain-pemain lainnya yang mampu mengharumkan nama daerah,” tegasnya.
(bar/*)
.png)

