Sering Mati Lampu, Kota Palu Kembali ke Tempoe Doeloe

Daftar Isi

ILUSTRASI
PLN Diminta Terbuka Soal Kondisi Listrik

PALU, Radar Sulteng – Sejumlah warga Kota Palu kembali mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama karena sebelumnya pasokan listrik di wilayah Palu dinilai relatif stabil.

Warga mempertanyakan alasan pemadaman yang disebut berkaitan dengan pemeliharaan jaringan. Menurut mereka, jika kondisi pasokan listrik saat ini aman, masyarakat perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pemadaman yang terjadi di sejumlah wilayah.

Masyarakat berharap PT PLN dapat memberikan informasi yang lebih transparan, khususnya terkait kondisi sistem kelistrikan, kebutuhan daya, kapasitas pembangkit, hingga alasan dilakukannya pemeliharaan yang berdampak langsung terhadap pelanggan.

Keluhan warga bukan semata-mata mengenai terjadinya pemadaman, tetapi juga menyangkut kepastian informasi. Masyarakat ingin mengetahui apakah pemadaman tersebut benar-benar disebabkan oleh kegiatan pemeliharaan jaringan atau terdapat persoalan lain dalam sistem kelistrikan.

“Ini PLN coba terbuka apa alasannya. Kurang daya kah? Padahal menurut PLTA Poso pasokan daya aman. Kalau soal daya terbatas, bukankah surplus selama ini,” ujar Indar Ismail, pengamat kebijakan publik kota Palu, saat dihubungi, Kamis (10/9/2026).

Sejumlah warga menilai, alasan pemeliharaan seharusnya disampaikan secara jelas kepada pelanggan. Apalagi, sebelumnya masyarakat Kota Palu tidak mengalami pemadaman dengan intensitas seperti yang dirasakan belakangan ini.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran di tengah warga bahwa Kota Palu akan kembali mengalami situasi pemadaman bergilir seperti yang pernah terjadi pada masa lalu.

Pertanyaan lain yang muncul adalah mengenai keberadaan sejumlah pembangkit listrik yang selama ini diharapkan mampu memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu. Dengan tambahan kapasitas pembangkit, masyarakat tentu berharap ketersediaan listrik semakin kuat dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Karena itu, warga meminta PLN tidak hanya menyampaikan informasi mengenai pemadaman melalui pemberitahuan singkat, tetapi juga memberikan penjelasan yang mudah dipahami mengenai kondisi kelistrikan secara keseluruhan.

Masyarakat juga berharap jika pemadaman memang dilakukan untuk kepentingan pemeliharaan, PLN dapat menyampaikan lokasi jaringan yang sedang dikerjakan, jenis pekerjaan, lama pemadaman, serta wilayah yang terdampak.

Transparansi tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak terus bertanya-tanya dan dapat mempersiapkan diri ketika pemadaman dilakukan.

Apalagi, listrik saat ini menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat. Pemadaman dapat mengganggu aktivitas rumah tangga, usaha kecil, perkantoran, pelayanan publik, hingga kegiatan belajar dan pekerjaan yang bergantung pada perangkat elektronik.

Warga Kota Palu berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari PLN. Jika memang tidak terdapat persoalan pada ketersediaan daya, masyarakat meminta PLN menjelaskan secara terbuka mengapa pemadaman masih terjadi.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi bahwa pemadaman disebabkan pemeliharaan, tetapi juga memahami alasan teknis dan urgensi pekerjaan tersebut.

Warga berharap kondisi kelistrikan Kota Palu tetap terjaga dan tidak kembali pada situasi pemadaman bergilir seperti yang pernah dirasakan masyarakat sebelumnya.

Di sisi lain, PLN diharapkan dapat memberikan penjelasan resmi terkait kondisi pasokan listrik saat ini, termasuk apakah pemadaman yang terjadi murni akibat pemeliharaan jaringan atau terdapat faktor lain yang memengaruhi keandalan sistem kelistrikan di Kota Palu. (bar)