Reny Lamajido: Pelaku Usaha Harus Adaptif di Era e-Katalog V6

Daftar Isi

MEMBUKA - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido saat membuka Kegiatan Peningkatan Kapasitas bagi Pelaku Usaha Inklusif dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Hotel Aston Palu, Kamis (10/9/2026). Foto Media BERANI

PALU, Radar Sulteng – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mendorong para pelaku usaha untuk segera beradaptasi dengan perkembangan sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah berbasis digital, khususnya melalui e-Katalog V6.

Menurut Reny, perkembangan teknologi dalam sistem pengadaan pemerintah membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada instansi pemerintah.

Pelaku usaha yang telah terdaftar dalam ekosistem digital pengadaan, kata dia, akan lebih mudah menawarkan produknya. Di sisi lain, pemerintah dapat mencari serta membandingkan berbagai produk dari pelaku usaha secara sehat dan kompetitif.

“Melalui sistem ini, transaksi dapat dilakukan secara akuntabel dan transparan. Mari kita bangun bersama ekosistem pengadaan pemerintah yang terbuka, sehat, kompetitif, transparan dan berintegritas,” ujar Reny saat membuka Kegiatan Peningkatan Kapasitas bagi Pelaku Usaha Inklusif dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Hotel Aston Palu, Kamis (10/9/2026).

Ia menilai, transformasi digital dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah harus diikuti dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha. Dengan demikian, seluruh kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk masuk dan berkembang dalam ekosistem pengadaan pemerintah.

Kegiatan yang digelar Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, khususnya perempuan, penyandang disabilitas, pemuda dan warga binaan.

Kelompok tersebut didorong agar semakin siap mengambil bagian dalam ekosistem pengadaan pemerintah yang inklusif dan berbasis digital.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP RI Dwi Rahayu Eka Setyowati mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam membangun tata kelola pengadaan barang dan jasa yang baik.

Menurut Dwi Rahayu, komitmen tersebut tercermin dari capaian Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2025 yang mencapai 85,06. Selain itu, tingkat kematangan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) telah berada pada level 9.

“Ini menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pengadaan yang profesional, transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 120 pelaku usaha tersebut, LKPP RI menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dan kesempatan yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat dalam mengembangkan kegiatan ekonomi melalui ekosistem pengadaan pemerintah berbasis digital.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulteng Irwan, S.KM., S.H., M.H. (bar/*)