Petani Mayayap Minta Lahan Segera Dipulihkan
SETAHUN LEBIH BERJUANG - Warga desa Mayayap saat ikut RDP di Kantor DPRD Sulteng. Foto IST
PALU, Radar Sulteng - Masyarakat Mayayap dan Trans Mayayap turut menyampaikan aspirasinya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah belum lama ini.
Mereka meminta hasil kajian independen Untad menjadi dasar
dalam penanganan persoalan yang terjadi di lapangan.
Masyarakat juga menyampaikan adanya kajian pembanding dari
Laboratorium Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang diharapkan turut
dipertimbangkan.
Selain persoalan produktivitas lahan, warga membantah bahwa
fasilitas air bersih berupa sumur bor telah direalisasikan perusahaan
sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Menurut warga, yang diterima lebih
banyak berupa kompensasi finansial.
Masyarakat menegaskan kebutuhan utama mereka bukan sekadar
kompensasi, tetapi pemulihan lahan pertanian agar kembali produktif.
“Ini penting sekali yang diutamakan,” kata Dr Hasrin, kuasa
warga desa Mayayap, Senin (7/9/2026) saat dihubungi.
RDP Komisi III DPRD Sulteng menghasilkan sejumlah
rekomendasi. Salah satu yang utama adalah meminta evaluasi dan penyusunan
adendum AMDAL PT IMNI dengan memasukkan Desa Mayayap dan Trans Mayayap sebagai
wilayah terdampak langsung.
PT IMNI juga direkomendasikan melakukan pengerukan sedimen
pada bendungan dan jaringan irigasi teknis serta melakukan pemulihan kualitas
lahan sawah.
Untuk membantu masyarakat, perusahaan direkomendasikan
memberikan program bantuan pupuk, pengapuran lahan dan program pemulihan
ekonomi sosial berdasarkan kesepakatan dengan masyarakat.
Perusahaan juga diminta membangun sarana pengendali erosi
dan sedimentasi seperti sediment pond dan sediment trap di
wilayah hulu WIUP.
Sementara itu, Pemprov Sulteng didorong membentuk tim
pengawasan bersama yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan dan
masyarakat untuk memastikan proses pemulihan lahan pertanian berjalan.
Rekomendasi tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut atas
temuan Tim Independen Untad dan aspirasi petani yang mengalami penurunan
produktivitas lahan akibat persoalan lingkungan di wilayah Mayayap dan Trans
Mayayap. (bar)
.png)

