Pengurus KADIN Sulteng Dikukuhkan, Pengusaha Lokal Didorong Masuk Industri
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulteng
Reny A. Lamadjido, jajaran Forkopimda, kepala daerah, pimpinan asosiasi, pelaku
industri, tokoh masyarakat serta pengurus KADIN kabupaten.
Ketua Umum KADIN Sulteng Gufran Ahmad menegaskan, kekayaan
alam dan derasnya investasi harus membuka ruang lebih besar bagi pengusaha
lokal. Jangan sampai aktivitas industri hanya menghasilkan pertumbuhan bagi
perusahaan besar, sementara pelaku usaha daerah berada di luar rantai ekonomi.
“Jangan sampai Sulawesi Tengah hanya menjadi tempat sumber
daya alam berada, industri berdiri, dan investasi masuk, sementara pengusaha
lokal hanya menjadi pemain cadangan,” tegas Gufran.
Menurutnya, pelaku usaha daerah harus disiapkan menjadi
mitra industri melalui akses rantai pasok, perluasan pasar bagi UMKM serta
peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.
Gufran menyebut keterbukaan terhadap investor tetap
diperlukan. Namun, masuknya modal dan teknologi dari luar harus berjalan
beriringan dengan penguatan usaha lokal.
“Keberpihakan berarti memastikan adanya kesempatan yang adil
untuk bersaing,” katanya.
Ia pun meminta pengusaha daerah berbenah dengan meningkatkan
kemampuan, memenuhi standar industri dan memperkuat tata kelola. Langkah
tersebut dinilai penting agar pelaku usaha lokal mampu bersaing sekaligus
dipercaya menjadi bagian dari proyek investasi.
Di sisi lain, Anindya Novyan Bakrie menilai kekompakan
pemerintah dan dunia usaha menjadi modal penting bagi Sulteng dalam memperluas
pertumbuhan ekonomi.
“Saya sangat optimis dengan Sulawesi Tengah yang akan
datang. Bahkan bisa saya bilang bahwa Indonesia membutuhkan Sulawesi Tengah
yang sukses,” ujar Anindya.
Anindya menyebut Morowali telah menjadi salah satu wajah
industri mineral dan hilirisasi Sulteng. Namun, menurutnya, kekuatan ekonomi
daerah tidak boleh bertumpu pada sektor tersebut saja. Pertanian, perkebunan
dan sektor lainnya juga memiliki ruang untuk dikembangkan.
Ia mendorong KADIN Sulteng membuka lebih banyak pintu kerja
sama, termasuk memanfaatkan jaringan KADIN Indonesia dengan mitra internasional
serta menggandeng perguruan tinggi untuk memperkuat sumber daya manusia.
Anindya kemudian menitipkan tiga hal kepada kepengurusan
baru, yakni manfaat, dampak dan amanah. KADIN diharapkan hadir memberi nilai
nyata bagi UMKM, pencari kerja, dunia usaha dan perekonomian daerah.
“Pastikan Kadin bermanfaat buat UMKM, pencari kerja,
lapangan kerja,” pesannya. (AKA)
.png)

