PBFI Perketat Registrasi Atlet, Antisipasi Masalah Doping
![]() |
| Irwan Alwi |
PALU, Radar Sulteng – Pengurus Besar Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PB PBFI) terus membenahi sistem registrasi atlet sebagai upaya mencegah persoalan doping dan praktik pengambilan atlet dari federasi lain untuk kepentingan kejuaraan maupun Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ketua Umum PB PBFI Irwan Ali mengatakan,
persoalan doping merupakan bagian dari sport science yang perlu menjadi
perhatian serius dalam pembinaan atlet binaraga nasional.
Hal itu disampaikannya usai melantik
kepengurusan PBFI Sulawesi Tengah di Aula KONI Sulteng, Jumat (11/9/2026).
Menurut Irwan, persoalan muncul karena di
Indonesia terdapat sejumlah federasi yang bergerak di cabang olahraga binaraga.
Namun, federasi yang diakui pemerintah melalui KONI adalah PBFI.
Di sisi lain, terdapat perbedaan aturan,
khususnya terkait doping, antara PBFI dengan federasi lainnya.
"Kalau di federasi lain, persoalan doping
itu dibebaskan, karena mereka profesional. Mereka tidak amatir, mereka tidak
ada tes doping," kata Irwan.
Kondisi tersebut, lanjut dia, kerap
dimanfaatkan daerah ketika membutuhkan atlet untuk menghadapi kejuaraan atau
PON. Atlet dari federasi lain dapat direkrut secara instan tanpa melalui proses
registrasi PBFI.
"Kadang kita tidak bisa memilah-milah
ketika ada daerah membawa atlet dalam satu kejuaraan. Dulu kita tidak pernah
meregistrasi, tidak pernah mentabulasi. Sehingga daerah, ketika ada kejuaraan
atau ada PON, main comot-comot saja demi kepentingan prestasi," ujarnya.
Untuk menutup celah tersebut, PBFI mulai
melakukan registrasi dan tabulasi atlet sejak Kejurnas di Bali pada 2023.
Sistem tersebut akan kembali diperkuat melalui
Kejurnas di Manado yang akan menjadi momentum penting dalam pemutakhiran data
atlet.
"Jadi ke depan, ini ada Kejurnas lagi di
Manado, menjadi Kejurnas terakhir sebagai media tabulasi dan
administrasi," jelasnya.
Irwan menegaskan, atlet yang tampil di
Kejurnas Manado nantinya akan menjadi atlet yang diproyeksikan untuk tampil
hingga PON.
"Atlet yang bermain di Kejurnas Manado
besok itu, merekalah atlet-atlet yang nantinya sampai ke PON. Tidak ada lagi
atlet-atlet lain," tegasnya.
Ia bahkan memastikan tidak akan memberikan
ruang bagi atlet yang tidak mengikuti proses registrasi untuk kemudian muncul
secara tiba-tiba dalam ajang PON.
"Kalau ada atlet yang tidak main di
Kejurnas itu, tiba-tiba muncul di PON, tidak pernah akan kami berikan
ruang," pungkasnya. (bar)
.png)

