Pasar Tavanjuka Akan Dibangun IPAL, Tahun Depan RPH

Daftar Isi

DIBENAHI : Pasar Tavanjuka di jl Gusti Ngurah Rai Palu, akan dilengkapi fasilitas IPAL. Foto Andika Nur Hikmah/ Radar Sulteng 

PALU, Radar Sulteng – Komisi B DPRD Kota Palu membahas sejumlah agenda strategis bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu dalam rapat tertutup di ruang Komisi B DPRD Kota Palu, Jalan Moh Hatta, Rabu (2/9/2026).

Mulai dari pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pasar Tavanjuka, capaian retribusi hingga tambahan anggaran untuk pasar murah menjadi pokok pembahasan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Nendra Kusuma Putra, mengatakan pembahasan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) turut menyentuh kebutuhan pembangunan IPAL di Pasar Tavanjuka.

Nendra Kusuma Putra

Menurutnya, perubahan anggaran tersebut tidak memuat penambahan anggaran. Namun, terdapat pengurangan yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan fasilitas pengolahan air limbah di pasar tersebut.

“Pergeseran penambahan tidak ada, tetapi ada pengurangan. Pengurangan ini dikarenakan untuk pembangunan IPAL. Secara teknis, pembangunan IPAL di Pasar Tavanjuka ada di Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu dan pelaksanaannya dari Dinas PU,” kata Nendra.

Ia berharap pembangunan IPAL dapat terlaksana pada tahun ini. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari persiapan agar Pasar Tavanjuka dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pemotongan hewan atau rumah pemotongan hewan (RPH) pada tahun depan.

“Mudah-mudahan bisa dilaksanakan di tahun ini, sehingga target Pasar Tavanjuka untuk pemotongan hewan bisa terealisasi di tahun depan,” ujarnya.

Selain pembangunan IPAL, rapat juga membahas perkembangan penerimaan retribusi Disperdagind Kota Palu. Hingga Triwulan III, realisasi retribusi telah mencapai 64 persen.

Komisi B mendorong capaian tersebut terus meningkat. Targetnya, realisasi retribusi dapat menembus angka 75 persen pada September 2026.

“Untuk target retribusi, alhamdulillah Disperdagind Kota Palu Triwulan III sudah mencapai angka 64 persen. Kami berharap di bulan September ini bisa tembus sampai 75 persen,” tutur Nendra.

Ia mengatakan pihaknya optimistis target tersebut dapat dicapai. Optimisme serupa juga disampaikan pihak Disperdagind Kota Palu dalam rapat tersebut.

Komisi B dan Disperdagind juga membahas inovasi untuk mendorong aktivitas pasar. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian Kota Palu melalui program Palupangan.

Program tersebut diarahkan untuk menghidupkan aktivitas pasar melalui kerja sama lintas organisasi perangkat daerah.

“Palupangan ini berkolaborasi dengan Dinas Pertanian supaya menghidupkan pasar,” jelasnya.

Dalam rapat itu, turut dibahas tambahan anggaran sebesar Rp400 juta dari dana fiskal untuk Disperdagind Kota Palu. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pelaksanaan pasar murah.

Pasar murah direncanakan digelar sebanyak delapan kali di delapan kecamatan di Kota Palu. Namun, pelaksanaannya masih menunggu pengesahan APBD Perubahan.

“Insyaallah ada ketambahan fiskal Rp400 juta di Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk pembuatan pasar murah. Itu delapan kali di delapan kecamatan,” kata Nendra.

Lokasi pelaksanaan pasar murah akan ditentukan kemudian setelah proses penganggaran selesai dan APBD Perubahan disahkan.

Komisi B DPRD Kota Palu berharap seluruh hasil pembahasan dapat segera ditindaklanjuti. Pembangunan IPAL Pasar Tavanjuka diharapkan terlaksana tahun ini, sementara peningkatan retribusi dan program pasar murah menjadi agenda yang terus dikawal hingga akhir tahun. (AKA)