Panen Beruntun! WBP Lapas Parigi Kembali Petik 100 Ikat Pakcoy untuk Pasar Sentral
PANEN - Lapas Parigi saat Petik Pakcoy segar pada Kamis pagi (17/09) di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) beranggang Lapas Parigi.(doc. Laps Parigi)
PARIGI, Radar Sulteng – Produktivitas di bidang pertanian oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi terus menunjukkan tren yang sangat positif. Belum genap sehari berselang dari panen sebelumnya, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kembali mencatatkan keberhasilan dengan memanen sebanyak 100 ikat tanaman pakcoy segar pada Kamis pagi (17/09) di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) beranggang Lapas Parigi.
Kegiatan panen yang berlangsung penuh semangat ini merupakan
wujud nyata dari konsistensi program pembinaan kemandirian yang diterapkan di
dalam lapas. Berbekal keterampilan agraris yang terus dilatih, para WBP merawat
tanaman tersebut hingga siap dipanen dan memenuhi kuota pasar.
Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan manfaat bagi
masyarakat luas, hasil panen sebanyak 100 ikat pakcoy ini langsung
didistribusikan kepada para mitra pedagang sayuran di Pasar Sentral Parigi.
Distribusi lanjutan ini melengkapi kesuksesan sebelumnya, di mana Lapas Parigi
secara konsisten memasok hasil pertanian ke pasar yang sama.
Kepala Subseksi (Kasubsi) Pembinaan Lapas Kelas III Parigi,
I Made Yori Andrianto, menyampaikan rasa bangganya atas produktivitas yang
ditunjukkan oleh para WBP yang terus berkesinambungan dari hari ke hari.
“Kami sangat bersyukur program pembinaan kemandirian di
bidang pertanian ini terus menunjukkan hasil yang produktif dan berkelanjutan.
Panen pakcoy yang dilakukan secara beruntun hari ini membuktikan bahwa para WBP
memiliki ketekunan dan keseriusan dalam mengelola area SAE beranggang. Hasil
panen yang langsung disalurkan ke mitra pedagang di Pasar Sentral Parigi ini
juga menjadi indikator bahwa produk binaan Lapas Parigi memiliki kualitas yang
diandalkan dan diterima baik oleh masyarakat,” ujar I Made Yori Andrianto.
Salah satu WBP asimilasi yang turut serta dalam proses panen
berinisial AL, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas kesempatan serta
hasil kerja keras yang mereka peroleh.
“Kami sangat bersyukur dan bersemangat bisa kembali memanen
pakcoy hari ini. Pengalaman merawat tanaman dari awal hingga bisa langsung
dijual ke Pasar Sentral Parigi memberikan kami banyak pelajaran berharga serta
bekal keterampilan yang berguna untuk masa depan kami nanti,” tutur AL.
Melalui keberhasilan panen yang konsisten ini, Lapas Kelas
III Parigi berharap para WBP dapat terus mengasah keterampilan kerja mereka,
sehingga kelak menjadi bekal yang mandiri, produktif, dan bermanfaat ketika
mereka kembali ke tengah masyarakat.(han)
#kemenimipas
#ditjenpas
#pemasyarakatansulteng
#pemasyarakatanprima
#lapasparigi
.png)

