Orang Tua Seharusnya Tanamkan Budaya Membaca Sejak Dini

Daftar Isi

Reny Lamadjido

PALU, Radar Sulteng – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mengajak keluarga, khususnya para orang tua, menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kebiasaan tersebut dinilai perlu ditanamkan sejak anak berada di lingkungan keluarga.

Pesan itu disampaikan Reny saat menutup Festival Literasi 2026 bertema “Literasi Bermartabat, Perpustakaan Berdaya: Berani Cerdas untuk Sulawesi Tengah Nambaso”, sekaligus melaunching IPUS Sulteng, perpustakaan digital Provinsi Sulawesi Tengah, di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Banteng, Selasa (15/9).

Reny mengatakan, kehadiran IPUS Sulteng merupakan langkah penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan pengetahuan melalui teknologi digital.

“Dari laporan yang saya terima, pengguna IPUS sudah cukup banyak. Oleh karena itu, saya berharap anak-anak kita, para pelajar maupun masyarakat Sulawesi Tengah dapat memanfaatkan IPUS ini,” ujar Reny.

Menurutnya, perpustakaan digital tersebut merupakan inovasi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh bahan bacaan secara praktis. Namun, kemajuan teknologi tetap harus diimbangi dengan penguatan budaya literasi di lingkungan keluarga.

Reny pun mengajak para orang tua mengenalkan kebiasaan membaca kepada anak sejak usia dini. Ia menilai, aktivitas sederhana seperti membacakan dongeng sebelum tidur dapat menjadi langkah awal membangun kecintaan anak terhadap buku.

“Saya dulu ketika anak saya masih kecil selalu membacakan dongeng. Alhamdulillah, anak saya menjadi suka membaca. Ini sebenarnya yang harus kita berikan sejak awal, sejak kecil. Sebelum tidur kita bacakan dongeng, saat belajar kita dampingi,” tuturnya.

Ia menegaskan, kesibukan orang tua, termasuk ibu yang menjalankan aktivitas sebagai perempuan karier, tidak boleh membuat perhatian terhadap pendidikan dan literasi anak terabaikan.

“Ini tanggung jawab kita bersama. Ibu-ibu memang tugasnya cukup berat, di samping sebagai wanita karier kita juga harus mendidik anak dengan baik,” katanya.

Menurut Reny, keterlibatan orang tua dalam berbagai aktivitas sederhana bersama anak memiliki nilai penting dalam membangun karakter sekaligus kebiasaan belajar.

Lebih jauh, ia berharap gerakan literasi di Sulawesi Tengah tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis. Gerakan tersebut harus berkembang dengan memperkuat enam literasi dasar, yakni literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan.

“Gerakan literasi di daerah tidak boleh berhenti pada kegiatan membaca saja, tetapi harus berkembang menjadi gerakan yang menyentuh enam literasi dasar,” jelasnya.

Reny berharap momentum Festival Literasi 2026 menjadi titik penguatan gerakan literasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, seluruh pihak perlu terlibat agar budaya literasi benar-benar tumbuh di tengah masyarakat.

Ia juga berharap IPUS Sulteng tidak hanya menjadi perpustakaan digital, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar bersama yang membuka akses pengetahuan seluas-luasnya bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Drs. H. Abdul Raaf Malik, M.Si., serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. (bar/*)