Lonjakan Pasien Berani Sehat, Komisi IV Dorong Perbaikan Layanan

Daftar Isi

Hidayat Pakamundi
PALU, Radar Sulteng - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Hidayat Pakamundi, menjelaskan persoalan pelayanan di RSUD Undata dan Rumah Sakit Madani, sebagai dua rumah sakit rujukan akhir milik Provinsi Sulteng, yang menurutnya tidak lepas dari tingginya lonjakan jumlah pasien menyusul berjalannya program Berani Sehat yang digagas Gubernur Sulteng.

Hidayat menegaskan, pelayanan kesehatan tidak hanya menyangkut aspek medis semata, tetapi juga perlu adanya penguatan infrastruktur secara menyeluruh agar mutu layanan kepada pasien, keluarga pasien, maupun pengunjung dapat terus ditingkatkan.

"Pelayanan-pelayanan ini bukan hanya persoalan-persoalan terkait dengan medis, akan tetapi pelayanan ini juga menyangkut dengan perlakuan-perlakuan serta etika serta adab yang berada di wilayah rumah sakit tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (01/09/2026).

Ia menyebut, program Berani Sehat yang menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat perlu didukung penguatan infrastruktur secara menyeluruh, mulai dari tenaga kesehatan, dokter, hingga sarana bangunan rumah sakit, mengingat lonjakan jumlah pasien yang datang berobat makin meningkat signifikan sejak program tersebut berjalan.

"Visi dan misi Bapak Gubernur terkait dengan program Berani Sehat ini luar biasa. Cuma memang dengan begitu banyaknya pasien yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena ini dianggap gratis, tentunya harus didukung infrastruktur. Infrastruktur tenaga kesehatan, infrastruktur dokter, kemudian infrastruktur bangunan dan lain sebagainya," ungkap Hidayat.

Sementara itu ia mengungkapkan, RSUD Undata saat ini tengah diupayakan Gubernur untuk direhabilitasi secara total, mengingat kondisi bangunan yang membutuhkan pembiayaan besar untuk perbaikan infrastruktur agar pasien dapat terlayani dengan baik.

"Kita butuh pembiayaan yang besar terkait dengan perbaikan-perbaikan infrastruktur, sehingga orang datang berobat ini betul-betul terlayani dengan baik atau dapat memberikan kepuasan kepada para pasien yang datang berobat," jelasnya.

Ia menyebut, keterbatasan infrastruktur di kedua rumah sakit turut memicu sejumlah keluhan pasien, seperti ketiadaan ruang perawatan bagi pasien yang datang berobat maupun kondisi ruang Unit Gawat Darurat (UGD) yang penuh saat pasien dirujuk.

"Sekarang ini banyak keluhan-keluhan. Biasanya ada pasien yang datang tapi tidak mendapatkan ruang perawatan. Atau misalnya ada juga pasien datang dirujuk kemudian masuk ke ruang UGD, ternyata tempatnya lagi full. Jadi banyak persoalan yang ada di kedua rumah sakit kita ini," ujarnya.

Hidayat menyampaikan, Komisi IV secara rutin telah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dan diskusi bersama manajemen kedua rumah sakit terkait peningkatan pelayanan, sebagai bagian dari fungsi pengawasan yang menjadi tugas Komisi IV DPRD Sulteng.

"Kami beberapa kali sudah melakukan RDP, kemudian diskusi-diskusi terkait dengan proses peningkatan pelayanan kepada pihak manajemen rumah sakit, baik itu Undata maupun Rumah Sakit Madani," jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk memaklumi kondisi keterbatasan infrastruktur tersebut, sembari berharap perbaikan layanan terus diupayakan seiring meningkatnya jumlah pasien akibat program Berani Sehat.

"Karena infrastruktur kita terbatas, jadi kita banyak-banyak mengerti, karena luapan atau lonjakan pasien ini luar biasa meningkat dengan adanya program Berani Sehat ini," tambahnya (ZAR).