Kepala OPD se Kota Palu Mau ke Singapura, Anggaran Rp1,1 Miliar
![]() |
| Muslimun |
PALU, Radar Sulteng – Rencana pengalokasian
sekitar Rp1,126 miliar untuk pengembangan kompetensi aparatur Pemerintah Kota
(Pemkot) Palu ke Singapura dipertanyakan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD
Kota Palu dalam pembahasan Perubahan APBD 2026.
Anggaran tersebut mencakup rencana
keberangkatan para kepala OPD atau kepala dinas serta camat. Sementara dari
delapan camat di Kota Palu, lima camat definitif direncanakan mengikuti
kegiatan, sedangkan tiga lainnya tidak masuk karena masih berstatus pelaksana
tugas.
Anggota Komisi B DPRD Kota Palu, Muslimun,
mempertanyakan urgensi perjalanan luar negeri tersebut di tengah pembahasan
efisiensi anggaran. Ia menilai besaran dana yang disiapkan perlu disertai
tujuan dan manfaat yang terukur.
“Katanya kita efisiensi, tapi teman-teman mau
ke luar negeri. Di sisi yang lain, kalau lihat ke luar negeri ini tujuannya
apa? Karena menurut saya budget-nya besar sekali ini Rp1,126 miliar,” kata
Muslimun dalam rapat, Jalan Moh Hatta, Selasa (22/09/2026).
Muslimun juga mempertanyakan alasan Singapura
dipilih sebagai lokasi pembelajaran. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur
masih dapat dilakukan dengan mengambil referensi dari daerah-daerah di
Indonesia.
“Kalau mau belajar, kecukupannya kan cukup di
dalam negeri. Kenapa harus keluar? Kalau mau ingin peningkatan kapasitas,”
ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Arif Miladi,
anggota Komisi A DPRD Kota Palu dari Fraksi Golkar. Ia meminta jika kegiatan
tetap dilaksanakan, setiap OPD terlebih dahulu memiliki persoalan yang jelas
untuk dibawa sebagai bahan pembelajaran.
“Dicatat saja apa permasalahan-permasalahan
yang ada di OPD masing-masing. Supaya begitu nanti ke tempat tujuan,
masing-masing OPD bisa berdiskusi dengan tempat tujuan itu permasalahannya
masing-masing sehingga ada output hasilnya yang dibawa pulang kemari,” ujar
Arif.
Arif juga meminta hasil pembelajaran tersebut
dilaporkan setelah peserta kembali ke Palu. Menurutnya, laporan itu diperlukan
agar DPRD dapat melihat sejauh mana pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan
dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Laporkan, maksudnya kita bisa sharing kembali
setelah pulang kira-kira apa yang bisa dihasilkan dari sana,” katanya.
Menjawab pertanyaan Banggar, Kepala Badan
Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDMD) Kota Palu, John Yus
Madoli, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengembangan
kompetensi ASN.
John menyebut Singapura dipilih karena
memiliki sejumlah praktik yang dapat menjadi referensi, mulai dari pelayanan
dasar, kesehatan, kependudukan, infrastruktur, permukiman, lingkungan hingga
mobilitas.
“Singapura ini memiliki begitu banyak
kelebihan yang kemudian ini bisa menjadi salah satu referensi pemerintah Kota
Palu terkait dengan layanan dasar, sosial, kesehatan, kependudukan, bahkan
infrastruktur, pemukiman, lingkungan dan mobilitas,” jelasnya.
Terkait delapan kecamatan, John menjelaskan
hanya lima camat yang masuk rencana keberangkatan karena berstatus definitif.
Sementara tiga camat lainnya masih berstatus pelaksana tugas.
Kepala BPKAD Kota Palu, Romy Sandi Agung,
menegaskan agenda tersebut merupakan bagian dari pendidikan dan pelatihan
pengembangan kompetensi manajerial yang bekerja sama dengan Lembaga
Administrasi Negara (LAN).
“Jadi sebenarnya bukan kunjungan luar
negerinya. Tetapi bagaimana pimpinan OPD ini bisa mengembangkan kompetensi
manajerial. Itu yang paling penting,” kata Romy.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Palu,
Muhlis U. Aca, menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut menghasilkan
pembelajaran sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Ia menilai masing-masing
pihak memiliki kompetensi dan peran yang berbeda dalam menunjang hasil
kegiatan.
“Harapan kita bersama, khususnya juga
teman-teman di DPR ini, seperti yang sudah disampaikan tadi oleh BKD, Bappeda,
Pak Romi, artinya insyaallah ini semua niat baik dari kita,” tutupnya. (AKA)
.png)

