Kebakaran di Puncak Padang Padamarari Poso, 15 Ha Lahan dan Warung Terbakar

Daftar Isi

KARHUTLA POSO – Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Puncak Padang Padamarari \Poso. Sekitar 15 hektare lahan terdampak dan satu warung warga turut terbakar. Hingga Rabu (2/9/2026), api masih belum sepenuhnya padam dan terus ditangani tim gabungan BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat. Foto BPBD Sultteng

POSO, Radar Sulteng – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Desa Taipa, Kecamatan Pamona Barat, dan Desa Bancea, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kebakaran yang terjadi sejak Selasa (1/9/2026) sore hingga Rabu (2/9/2026) belum berhasil dipadamkan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Asbudianto, S.T., M.Si., menyampaikan berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah serta BPBD Kabupaten Poso, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 16.30 WITA di kawasan wisata Puncak Padang Padamarari.

Kondisi kawasan yang tandus ditambah hembusan angin kencang membuat api dengan cepat meluas hingga mendekati kawasan perkampungan di Desa Taipa dan Desa Bancea.

Dalam kejadian tersebut, satu warung milik warga yang berada di kawasan Puncak Padamarari turut terbakar. Selain itu, sejumlah lahan perkebunan warga juga terdampak kobaran api.

Luas hutan dan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.

BPBD menerima laporan terkait kebakaran tersebut pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung melakukan asesmen dan penanganan di sejumlah titik api.

Pemadaman melibatkan TRC BPBD Kabupaten Poso, TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Tim gabungan masih berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak kembali meluas ke kawasan permukiman maupun perkebunan warga.

Hingga laporan terakhir diterima, api masih belum sepenuhnya padam. Petugas masih melakukan pemadaman dan penanganan terhadap titik-titik api yang berada di lokasi kejadian.

Dalam upaya penanganan, petugas juga membutuhkan sejumlah peralatan pendukung, antara lain tangki air, selang pemadam, mesin pemadam, dan tandon air. (bar/*)