Kajati Sulteng Dorong Kepala Desa Jadi Ujung Tombak

Daftar Isi

Zullikar Tanjung

PALU, Radar Sulteng – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, S.H., M.H., mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan di Aula Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Rapat koordinasi tersebut membahas data, dampak, serta upaya penanganan Karhutla dan kekeringan di wilayah Sulawesi Tengah. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana yang dapat berdampak terhadap masyarakat, lingkungan, sektor pertanian, hingga stabilitas sosial dan ekonomi daerah.

Dalam rapat tersebut, Kajati Sulteng Zullikar Tanjung menyampaikan sejumlah masukan terkait strategi pencegahan dan penanganan Karhutla. Ia menekankan bahwa penanggulangan Karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada tindakan setelah kebakaran terjadi, tetapi harus diawali dengan langkah pencegahan yang kuat, terorganisir, dan melibatkan masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Kajati adalah pentingnya menempatkan kepala desa sebagai ujung tombak pencegahan Karhutla di wilayah masing-masing.

Menurutnya, kepala desa memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat serta memahami kondisi, karakteristik wilayah, dan aktivitas warga yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Karena itu, kepala desa diharapkan mampu mengoordinasikan seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran bersama mengenai bahaya Karhutla.

Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan. Hal tersebut terutama berkaitan dengan larangan membuang puntung rokok sembarangan, membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, serta berbagai aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.

Kajati menilai, pencegahan yang dimulai dari tingkat desa dapat menjadi langkah penting dalam meminimalkan potensi terjadinya Karhutla sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Rapat koordinasi tersebut diharapkan menghasilkan kesamaan persepsi dan langkah terpadu antar pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman Karhutla dan kekeringan di Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah dan dihadiri Pangdam XXI/Palu, para bupati, serta sejumlah pimpinan instansi terkait lainnya. (bar/*)