IKA PMII Sulteng Gelar Maulid dan Silaturahim Kebangsaan

Daftar Isi

MAULID - Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad dan Silahturahmi Kebangsaan IKA PMII Sulteng. Sabtu, (19/9/2026). Foto : IST

PALU, Radar Sulteng - Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Sulawesi Tengah (Sulteng ) menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Silaturahim Kebangsaan, sebagai upaya mempererat persaudaraan dan komitmen kebangsaan di tengah keragaman masyarakat Sulteng. Sabtu, (19/9/2026)

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulteng Rahmawati M. Nur., serta  jajaran pengurus dan alumni PMII, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen warga lainnya.

Pada kesempatan Maulid tersebut hal yang mencuri perhatian dalam kegiatan tersebut adalah keterlibatan warga non-Muslim yang turut menyiapkan telur Maulid sebuah tradisi yang lazim mengiringi perayaan Maulid Nabi. Momen sederhana ini dinilai membawa pesan mendalam bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang bagi masyarakat untuk saling bahu-membahu dan merajut persaudaraan lintas iman.

Ketua PW IKA PMII Sulteng memandang partisipasi warga non-Muslim tersebut sebagai cerminan nyata kehidupan sosial yang toleran di Sulawesi Tengah.

"Telur Maulid yang disiapkan oleh saudara-saudara kita yang non-Muslim adalah simbol bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita untuk saling menghormati, saling membantu dan bergotong royong. Inilah wajah kebangsaan yang ingin kita rawat," ujarnya.

Ia menekankan, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti sebagai ritual keagamaan semata. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, menurutnya, perlu diwujudkan dalam praktik sosial sehari-hari mulai dari merawat persaudaraan, menghargai keberagaman, hingga menegakkan keadilan dan menciptakan kedamaian di tengah masyarakat.

Kehadiran Ketua PW Muhammadiyah Sulteng dalam acara tersebut sekaligus mempertegas bahwa merajut silaturahim antarumat menjadi bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab kebangsaan. Perbedaan organisasi, tradisi, maupun corak pemikiran keislaman dapat disatukan dalam semangat menjaga persatuan bersama.

"Kita boleh berbeda agama, berbeda organisasi dan berbeda latar belakang. Tetapi dalam kehidupan kebangsaan kita mempunyai tanggung jawab yang sama: menjaga persaudaraan, menjaga kedamaian dan menjaga Indonesia," tegasnya.

PW IKA PMII Sulteng berkomitmen menjadikan Silaturahim Kebangsaan sebagai forum rutin yang mempertemukan berbagai kalangan masyarakat. Bagi organisasi ini, agama tidak semata berperan sebagai sumber nilai spiritual, melainkan juga kekuatan moral yang memperkuat rasa kemanusiaan, toleransi, dan persatuan bangsa. (ZAR/*)