Dolo Selatan Intensifkan Persiapan Lomba Kebersihan Antar-RT

Daftar Isi

BERSIH-BERSIH - Warga bersama pemerintah desa di Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, melakukan kerja bakti dan penataan lingkungan sebagai bagian dari persiapan Lomba Kebersihan Antar-RT, Senin (7/9/2026). Kegiatan ini sekaligus mendorong budaya hidup bersih, sehat, dan gotong royong di masyarakat.

SIGI, Radar Sulteng – Pemerintah Kecamatan Dolo Selatan mulai mengintensifkan persiapan pelaksanaan Lomba Kebersihan Antar-RT. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Pakagali Pakagaya Nyata Pemerintah Kabupaten Sigi.

Lomba tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi upaya membangun kembali budaya hidup bersih, sehat, dan tertata di tengah masyarakat.

Persiapan dilakukan sejak dini dengan melibatkan pemerintah desa, perangkat RT, serta masyarakat di sejumlah wilayah. Di antaranya Desa Poi dan Desa Bangga yang mulai aktif menggelar kerja bakti dan melakukan penataan lingkungan permukiman.

Camat Dolo Selatan, Yahya Y.A. Landua, mengatakan semangat utama kegiatan tersebut bukan sekadar mengejar penilaian dalam perlombaan, melainkan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat agar kebersihan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Persiapan dilakukan sejak sekarang agar masyarakat terbiasa menjaga kebersihan. Jadi bukan karena ada lomba baru kemudian bergerak membersihkan lingkungan, tetapi bagaimana kebersihan itu menjadi budaya yang terus dijaga,” ujar Yahya, Senin pagi (7/9/2026).

Menurutnya, pemerintah kecamatan ingin menghidupkan kembali kebiasaan positif yang sebelumnya telah menjadi budaya masyarakat, seperti menjaga kebersihan halaman rumah, lingkungan sekitar, serta fasilitas umum secara rutin.

Selain kebersihan lingkungan, Pemerintah Kecamatan Dolo Selatan juga mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif. Warga diarahkan menanam sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), serta mengembangkan kebun gizi rumah tangga.

Langkah tersebut dinilai memberikan manfaat ganda, yakni menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan asri sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan mendukung ketahanan ekonomi rumah tangga.

Yahya juga meminta pemerintah desa bersama masyarakat memperhatikan sejumlah indikator dalam penataan lingkungan desa. Di antaranya pembaruan data dan profil desa, pengembangan kebun gizi di setiap rumah tangga, penataan pagar rumah, kebersihan sepanjang jalan desa, hingga perawatan tanaman dan bunga yang mulai terdampak cuaca panas.

Ia menegaskan keberhasilan program kebersihan tidak hanya diukur dari hasil perlombaan, tetapi dari sejauh mana masyarakat mampu mempertahankan pola hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.

“Masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi dan diperhatikan bersama, mulai dari data desa, kebun gizi, pemagaran, hingga kebersihan lingkungan di sepanjang jalan desa. Semua itu merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang nyaman dan sehat,” katanya.

Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Kecamatan Dolo Selatan berharap seluruh desa dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Semangat gotong royong diharapkan menjadi fondasi pembangunan desa yang bersih, indah, sehat, dan berkelanjutan.

“Kebersihan ini bukan untuk sesaat dan bukan semata-mata karena lomba. Yang terpenting adalah bagaimana kebiasaan hidup bersih itu terus terjaga untuk masa yang akan datang,” terang Yahya.  (bar/*)