Di Balik Tembok Penjara: Saat Keringat, Senyum, dan Semangat Membaur dalam Senam Pagi Lapas Parigi
PARIGI, Radar Sulteng – Banyak masyarakat yang mungkin masih mengira bahwa kehidupan di balik jeruji besi identik dengan suasana yang kaku, sepi, dan muram. Namun, pemandangan yang jauh berbeda justru terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi pada Jumat pagi (11/9/2026).
Alunan musik energik nan kekinian terdengar memecah keheningan dari arah lapangan olahraga Lapas. Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama jajaran petugas, dan bahkan para peserta magang, tampak membaur merapatkan barisan. Mereka sedang asyik memeras keringat dalam kegiatan Senam Kesehatan Jasmani (SKJ).
Menariknya, untuk memberikan warna baru dan variasi gerakan, pihak Lapas Parigi secara khusus mengundang instruktur senam profesional dari luar. Kehadiran instruktur ini sukses memancing antusiasme peserta. Gerakan-gerakan aerobik yang dinamis tak jarang mengundang tawa dan keceriaan, mencairkan sekat-sekat formalitas tanpa mengesampingkan pengawasan dan standar keamanan.
Sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Lapas bukanlah sekadar tempat untuk "mengurung" pelanggar hukum. Lebih dari itu, Lapas adalah wadah pembinaan yang komprehensif. Berbagai macam kegiatan positif dihadirkan di sini, dan olahraga merupakan salah satu hak dasar rekreasi yang difasilitasi penuh oleh negara untuk menjaga imunitas dan mereduksi tingkat stres warga binaan.
Kepala Lapas Kelas III Parigi, Andar Saenur Warikas, menegaskan bahwa kebugaran jasmani berbanding lurus dengan kesehatan mental. Oleh karena itu, kegiatan senam rutin ini menjadi agenda yang sangat krusial.
“Di dalam sini, kami tidak hanya membina kelakuan atau memberikan pelatihan kerja, tetapi juga harus memastikan fisik dan psikis mereka tetap sehat. Senam bersama seperti ini sangat efektif untuk mencairkan suasana, mempererat keakraban yang positif antara petugas dan warga binaan, sekaligus menjadi sarana healing atau rekreasi bagi mereka. Harapannya sederhana, dari tubuh yang bugar akan lahir pikiran-pikiran yang lebih positif dan optimis,” ujar Andar Saenur Warikas.
Senada dengan harapan tersebut, aura kebahagiaan dan manfaat dari kegiatan ini diakui langsung oleh para warga binaan. LH, salah satu perwakilan WBP yang ikut membaur dalam barisan, mengungkapkan antusiasmenya.
"Senam pagi ini seru sekali, apalagi ada instruktur dari luar jadi gerakannya beda, musiknya asik dan tidak membosankan. Bikin kita semua semangat dan lumayan buat refreshing menghilangkan jenuh. Badan rasanya jadi lebih enteng, pikiran juga lebih segar buat ikut kegiatan pembinaan yang lain di dalam sini," ungkap LH dengan wajah semringah.
Kolaborasi dan kebersamaan di Jumat pagi ini berakhir dengan kondisi yang sangat kondusif. Seluruh warga binaan kembali ke blok hunian maupun pos kerja masing-masing dalam keadaan segar bugar.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas III Parigi kembali membuktikan komitmennya: bahwa di balik kokohnya tembok pembatas, sisi humanis, pembinaan yang memanusiakan manusia, dan pemenuhan hak kesehatan akan selalu menjadi prioritas utama. (Humas Lapas Kelas III Parigi)
#kemenimipas
#ditjenpas
#pemasyarakatansulteng
#lapasparigi
#senamkesehatanjasmani
.png)

