Dekan FH Untad Dorong Mahasiswa Jadi Duta Kerukunan
![]() |
| Awaluddin |
PALU, Radar Sulteng - Dekan Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) Palu, Dr. Awaluddin, mendorong mahasiswa menjadi bagian penting dalam menjaga toleransi dan memperkuat moderasi beragama di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Hal itu disampaikan Awaluddin dalam sambutannya pada
kegiatan Pelatihan Toleransi dan Penguatan Moderasi Beragama di Kalangan
Mahasiswa, Selasa (15/9) pagi, di Aula Fakultas Hukum Untad Palu.
Awaluddin mengatakan, Untad sebagai salah satu perguruan
tinggi besar di Sulawesi Tengah memiliki jumlah mahasiswa yang sangat besar.
Kondisi tersebut dinilai menjadi potensi positif apabila dibarengi dengan
pendampingan dan penguatan pemahaman mahasiswa mengenai toleransi dan moderasi
beragama.
Menurutnya, isu intoleransi, radikalisme, dan terorisme
perlu mendapat perhatian serius di lingkungan perguruan tinggi. Ia menyebut,
berdasarkan data dan informasi yang dimiliki Badan Nasional Penanggulangan
Terorisme (BNPT), potensi penyebaran paham tersebut tidak hanya menyasar
mahasiswa, tetapi juga dapat menyentuh kalangan pengajar dan tenaga
kependidikan.
"Kalau kita biarkan dan tidak diberikan penguatan serta
pemahaman, tentu anak-anak kita ini gampang digiring ke arah yang tidak kita
inginkan, terutama oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan kita hidup dalam
suasana damai," ujarnya.
Karena itu kata Awaluddin menyambut baik gagasan pembentukan
Duta Kerukunan dari kalangan mahasiswa. Para mahasiswa tersebut nantinya diharapkan
menjadi perwakilan dari berbagai latar belakang agama dan berperan dalam
menyebarkan nilai toleransi di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan, penunjukan mahasiswa sebagai Duta Kerukunan
tidak boleh berhenti pada pemberian status semata. Program tersebut membutuhkan
pendampingan dan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, serta pihak terkait agar
para duta mampu menjalankan perannya secara efektif.
"Mereka nantinya menjadi contoh, menjadi teladan, dan
menjadi semacam virus positif bagi teman-temannya yang lain," katanya.
Ia berharap kegiatan pelatihan tersebut tidak hanya
memberikan dampak bagi Untad, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat secara
luas. Menurutnya, penguatan toleransi dan moderasi beragama merupakan langkah
penting untuk menjaga kehidupan masyarakat tetap aman, damai, dan harmonis.
Kegiatan pelatihan juga ditandai dengan penandatangan nota
kesepahaman antara Fakultas Hukum Untad Palu dan Forum Kerukunan Umat Beragama
(FKUB) Sulawesi Tengah. Penandatanganan turut dihadiri Ketua FKUB Sulteng Prof.
Zainal Abidin Bersama sejumlah pengurus FKUB. (bar/*)
.png)

