Bidding Ulang, Sulteng Sangat Siap Ditunjuk Kembali Tuan Rumah FORNAS
![]() |
| Syaifullah Djafar |
Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Kantor Gubernur
Sulawesi Tengah, Senin (31/8/2026), dan dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Anwar
Hafid, Ketua KORMI Sulteng Syaifullah Djafar, jajaran KORMINAS, para bupati dan
wali kota, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses
bidding setelah Sulawesi Tengah kembali harus mengikuti penjaringan tuan rumah
FORNAS IX 2027.
Ketua KORMI Sulteng, Syaifullah Djafar, dalam laporannya
menyampaikan bahwa dokumen bidding telah dimasukkan pada 18 Agustus 2026.
Dokumen tersebut selanjutnya difinalisasi oleh KORMINAS dan seluruh persyaratan
yang diajukan telah memenuhi kualifikasi awal sesuai ketentuan.
Menurut Syaifullah, dokumen bidding tersebut memberikan
gambaran mengenai kesiapan Sulawesi Tengah untuk menjadi tuan rumah, mulai dari
venue, anggaran, akomodasi, hingga potensi jumlah peserta.
“Prinsipnya kami sudah sangat siap menggelar FORNAS,” kata
Syaifullah dalam rapat tersebut.
Ia menjelaskan, FORNAS IX 2027 di Sulawesi Tengah
diproyeksikan menghadirkan lebih dari 20 ribu orang yang terdiri atas peserta,
ofisial, pendamping, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.
Dari sisi pembiayaan, Pemprov Sulteng telah memproyeksikan
anggaran melalui APBD sebesar Rp39,75 miliar. Anggaran tersebut disesuaikan
dengan kebutuhan penyelenggaraan dan jumlah induk organisasi olahraga
masyarakat (Inorga) yang diperkirakan mencapai sekitar 80 Inorga.
Kesiapan juga ditunjukkan melalui penyediaan venue.
Sedikitnya 40 venue telah diproyeksikan dan tersebar di Kota Palu, Kabupaten
Sigi, dan Kabupaten Donggala. Venue tersebut dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan
berbagai cabang olahraga masyarakat dengan kapasitas hingga sekitar 120 Inorga.
Syaifullah menambahkan, ekosistem olahraga masyarakat di
Sulawesi Tengah juga terus berkembang. Saat ini tercatat 76 Inorga plus dua
organisasi yang telah terbentuk di wilayah Sulawesi Tengah.
Menariknya, aspek mitigasi bencana juga telah dimasukkan
dalam dokumen bidding. Hal ini dinilai penting mengingat Sulawesi Tengah
merupakan salah satu wilayah yang memiliki pengalaman menghadapi berbagai
potensi bencana.
Selain mengakomodasi Inorga nasional, KORMI Sulteng juga
berencana mengangkat olahraga masyarakat berbasis kearifan lokal sebagai bagian
dari FORNAS. Beberapa di antaranya adalah Posilumba Japi di Sigi serta lomba
dokar. (bar/*)
.png)

