BERANI Lancar Dievaluasi
EVALUASI - RDP komisi III bersama dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng, Senin, (14/9/2026). Foto : Zahra
PALU, Radar Sulteng - Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) guna mengevaluasi pelaksanaan program infrastruktur Berani Lancar di Ruangan Baruga Gedung B Lantai III DPRD Sulteng, Senin (14/9/2026).
Pertemuan tersebut bertujuan membedah hasil monitoring
proyek jalan dan jembatan dengan skema kontrak tahun jamak (Multi-Year
Contract/MYC). Namun, untuk pembahasan yang lebih mendalam, Komisi III
menyepakati adanya pertemuan lanjutan bersama seluruh unsur kedinasan terkait
secara lengkap.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulteng, Dandy Adhiprabowo
Nayoan menyatakan, rapat awal ini dimaksudkan untuk mendiskusikan temuan tim
legislatif dari hasil kunjungan kerja di 13 kabupaten dan kota. Evaluasi
tersebut penting dilakukan agar Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng
segera menindaklanjuti catatan yang ditemui ketika pelaksanaan monitoring.
"Rapat dengar pendapat kali ini kita maksudkan untuk
mendiskusikan apa saja yang menjadi temuan-temuan di lapangan dan menjadikan
bahan evaluasi dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulawesi Tengah," ujar
Dandy.
Anggota Komisi III DPRD Sulteng, Sadat mengatakan, forum
pengawasan tersebut membutuhkan kehadiran pejabat instansi yang lengkap agar
dapat melahirkan jalan keluar bagi setiap kendala pengerjaan APBD 2026 di
lapangan. Komisi III berharap jajaran penanggung jawab teknis dari dinas dapat
hadir utuh pada pertemuan berikutnya.
"Saya berharap bisa diagendakan kembali dan meminta
kepada teman-teman di Bina Marga untuk bisa menghadirkan perangkat-perangkat
penting yang berkaitan dengan apa yang sudah kita tinjau kemarin," jelas
Sadat.
Dandy turut mengamini pentingnya koordinasi lengkap tersebut
demi mengurai persoalan teknis di lapangan, termasuk kendala pengerjaan yang
bersinggungan dengan area hutan lindung. Pihak legislatif menginstruksikan agar
empat kepala bidang serta para pejabat pembuat komitmen (PPK) wajib dihadirkan
pada rapat lanjutan mendatang.
"Kita mau make sure (memastikan, red) dan juga
kita mau tanya sampai di mana kendala ini bisa diatasi. Kita hadirkan pejabat
pembuat komitmen yang ada di lapangan yang menangani ruas-ruas jalan
tersebut," ungkap Dandy.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Jalan Dinas Bina
Marga Provinsi Sulteng, Asri menyetujui rencana pertemuan lanjutan tersebut.
Pihak dinas berkomitmen membawa jajaran fisik dan teknis yang menguasai kondisi
riil di lapangan agar target program gubernur Berani Lancar dapatberjalan
efektif. (ZAR)
.png)

