Bangkit Kembali, Baku Kelai Gandeng The Syndicate Gelar Mini Fight

Daftar Isi

BANGKIT KEMBALI – Baku Kelai menandai kebangkitan kiprahnya di dunia combat sport Sulawesi Tengah melalui gelaran Mini Fight sekaligus peresmian kerja sama dengan promotor The Syndicate.

PALU, Radar Sulteng – Baku Kelai kembali meramaikan dunia olahraga bela diri atau combat sport di Sulawesi Tengah. Kebangkitan penyelenggara event combat sport yang berdiri sejak 2024 itu ditandai dengan gelaran Mini Fight sekaligus peresmian kerja sama strategis bersama promotor The Syndicate.

Ketua Baku Kelai, Vikram, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah awal untuk kembali menghadirkan kompetisi olahraga bela diri yang lebih menarik dan profesional di Sulawesi Tengah.

“Gelaran Mini Fight ini menjadi langkah awal dan penanda resmi bergabungnya Baku Kelai dengan The Syndicate untuk menyajikan event-event combat sport yang lebih menarik dan profesional ke depannya,” ujar Vikram, Sabtu (19/9/2026).

Baku Kelai didirikan pada awal 2024 oleh Vikram selaku ketua, Syakilah sebagai bendahara, dan Ahmad yang mengelola media sosial. Sejak awal berdiri, mereka berkomitmen mendorong perkembangan ekosistem combat sport di Sulawesi Tengah.

Sejumlah kegiatan telah mereka gelar, di antaranya Baku Kelai Series 1 di JBK Bloc Market dan Baku Kelai Mini Fight di Nakua Fighting Club.

Namun, aktivitas Baku Kelai sempat terhenti selama beberapa waktu karena kesibukan para pengurus inti. Kini, melalui kerja sama dengan The Syndicate, Baku Kelai kembali menyiapkan rangkaian kompetisi untuk menghidupkan iklim pertandingan olahraga bela diri di daerah ini.

Gelaran Mini Fight sebagai penanda kerja sama tersebut turut disiarkan secara langsung melalui akun Instagram @bakukelai.id. Siaran itu menarik perhatian ratusan penonton digital.

Kegiatan tersebut juga melibatkan influencer lokal Palu, Reynaldi Mohi melalui akun @reykingsss dan Aldo Meta melalui akun @aldometaa.

Pada partai utama, penonton disuguhkan pertarungan antara Rafli dari Elite Fitness Gym, Jalan Cemara, melawan Faren dari Malei Nagasi Camp, Palupi. Pertandingan dipimpin wasit Aqsha, atlet berprestasi asal Sulawesi Tengah.

Penyelenggaraan Mini Fight ini turut mendapat dukungan dari sejumlah mitra, yakni BPJS Ketenagakerjaan, Nakamura Holistic Therapy, Sportiva Indonesia, dan Bakso Bang Gembul.

Ke depan, Baku Kelai dan The Syndicate berkomitmen menghadirkan kompetisi dengan skala lebih besar. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi petarung lokal untuk mengembangkan kemampuan sekaligus melahirkan atlet-atlet potensial dari Sulawesi Tengah.

Event berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Café Sepertiga Berkah, kawasan SPBU Kartini, Kota Palu. Sejumlah partai dengan petarung terpilih akan dihadirkan dalam gelaran tersebut. (bar)