25 Titik Wilayah Sulteng Masuk Kemarau
PALU, Radar Sulteng - Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan surat peringatan dini cuaca dan
iklim Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng)
untuk periode Dasarian I September 2026, yang ditujukan kepada Gubernur
Sulteng.
ILUSTRASI
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu Djati
Cipto Kuncoro di Sigi, melalui siaran pers, menyampaikan hingga Dasarian
II Agustus 2026, sebanyak 25 zona musim di Provinsi Sulteng telah memasuki musim kemarau.
Meski begitu, BMKG tetap mengingatkan potensi
bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi di tengah musim kemarau ini, mulai
dari kekeringan akibat minimnya hujan, hingga banjir, banjir bandang, dan tanah
longsor yang berpotensi muncul mendadak akibat curah hujan lokal yang tinggi di
sejumlah titik.
BMKG memetakan wilayah rawan tersebut ke dalam
tiga kategori status kewaspadaan Waspada, Siaga, dan Awas.
Status Siaga tercatat di seluruh kecamatan
Kota Palu, Kecamatan Bahodopi (Kabupaten Morowali), Kecamatan Mori Utara
(Kabupaten Morowali Utara), Kecamatan Bolano Lambunu, Palasa, dan Moutong
(Kabupaten Parigi Moutong), Kecamatan Marawola (Kabupaten Sigi), Kecamatan
Labuan, Sojol, dan Sojol Utara (Kabupaten Donggala), serta Kecamatan Bukal,
Bunobogu, Lakea, Momunu, dan Paleleh (Kabupaten Buol).
Sementara status Waspada ditetapkan untuk
Kecamatan Sindue, Banawa Selatan, dan Balaesang (Kabupaten Donggala), Kecamatan
Wita Ponda (Kabupaten Morowali), Kecamatan Mori Atas (Kabupaten Morowali
Utara), serta Kecamatan Dolo Selatan, Lindu, Sigi Biromaru, Kinovaro, Dolo,
Gumbasa, dan Pipikoro (Kabupaten Sigi). Tidak ada wilayah yang masuk kategori
Awas dalam periode ini.
Terkait kondisi iklim global yang memengaruhi
cuaca di Sulawesi Tengah, BMKG mencatat fenomena El Nino saat ini berada pada
intensitas sangat kuat, kondisi atmosfer yang umumnya berkaitan dengan
berkurangnya curah hujan dan berpotensi memperpanjang musim kemarau di sebagian
besar wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah.
Sementara itu, fenomena Indian Ocean Dipole
(IOD) yang turut memengaruhi pola hujan di kawasan timur Indonesia saat ini
berada pada fase netral, namun diprediksi bergerak ke fase positif dalam waktu
dekat.
BMKG turut merekomendasikan agar informasi
tersebut dijadikan bahan kewaspadaan dan pertimbangan bagi pemerintah daerah
maupun masyarakat dalam melakukan langkah mitigasi terhadap dampak ikutan dari
kondisi cuaca dan iklim yang terjadi. Masyarakat maupun instansi terkait yang
membutuhkan informasi lebih rinci diimbau menghubungi Kantor Unit Pelaksana
Teknis (UPT) BMKG terdekat (ZAR)
.png)
