Wadokai Day Karate Open Tournament Series III 2026 Dibuka, Diikuti 900 Karateka se Sulteng
![]() |
| Wadokai Day Series III tahun 2026 di Gedung PKM Untad |
PALU, Radar Sulteng – Kejuaraan Wadokai Day Karate Open Tournament Series III Tahun 2026 resmi dimulai di Gedung PKM Universitas Tadulako, Palu, Jumat (21/8/2026). Wadokai Day Series III 2026 diikuti sekitar 860 karateka atau hampir menembus 900 peserta dari berbagai perguruan karate se-Sulawesi Tengah.
Ketua Umum Wadokai Sulawesi Tengah, H. Mashuri A. Rahim, SH,
MH membuka kejuaraan yang rencananya
berlangsung selama tiga hari hari hingga 23 Agustus 2026.
Turnamen tersebut menjadi salah satu ajang kompetisi karate
terbesar yang digelar di Kota Palu tahun ini, dengan melibatkan ratusan atlet
dari berbagai daerah dan perguruan.
Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut perwakilan KONI
Sulawesi Tengah, FORKI Sulawesi Tengah, KONI Kota Palu, SMANOR Palu, Dispora Sulawesi
Tengah, Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Kodam XXIII/Palaka Wira, Kodim, Polda
Sulawesi Tengah serta Polresta Palu.
Dalam sambutannya, H. Mashuri A. Rahim mengapresiasi
tingginya antusiasme para karateka dan perguruan yang ambil bagian dalam
Wadokai Day Karate Open Tournament Series III Tahun 2026.
Menurutnya, jumlah peserta yang menembus angka 900 karateka
menjadi bukti bahwa pembinaan serta perkembangan olahraga karate di Sulawesi
Tengah terus menunjukkan kemajuan.
“Antusiasme yang begitu besar ini tentunya menjadi
kebanggaan bagi kita semua. Kehadiran hampir 900 peserta dari berbagai
perguruan se-Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa karate semakin diminati dan
memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” ujarnya.
Mashuri mengatakan, kejuaraan ini tidak semata-mata menjadi
ajang untuk memperebutkan medali dan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi
menjadi ruang pembinaan bagi atlet untuk mengasah kemampuan, mental bertanding,
disiplin serta karakter.
Ia menekankan bahwa seorang karateka tidak hanya dituntut
memiliki kemampuan teknik yang baik, tetapi juga harus menjunjung tinggi
sportivitas, menghormati lawan, mematuhi aturan serta menjaga nama baik
perguruan masing-masing.
“Menang dan kalah adalah hal biasa dalam sebuah
pertandingan. Tetapi nilai yang paling penting adalah bagaimana kita bertanding
dengan jujur, sportif dan penuh rasa hormat. Dari kejuaraan seperti inilah akan
lahir atlet-atlet yang memiliki mental juara,” katanya.
Mashuri berharap seluruh peserta dapat menjadikan Wadokai
Day Karate Open Tournament Series III sebagai momentum untuk meningkatkan
prestasi sekaligus mempererat persaudaraan antarkarateka.
Menurutnya, perbedaan perguruan tidak boleh menjadi
penghalang untuk membangun kebersamaan dalam memajukan olahraga karate di
Sulawesi Tengah.
“Di atas matras kita bertanding dan menunjukkan kemampuan
terbaik. Tetapi setelah pertandingan selesai, kita semua adalah keluarga besar
karate. Semangat inilah yang harus terus kita jaga,” tegas Mashuri.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang
memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kejuaraan tersebut, mulai dari
KONI, FORKI, pemerintah daerah, aparat TNI dan Polri, panitia, wasit, juri
hingga seluruh perguruan dan pelatih yang telah mempersiapkan atletnya.
Ke depan, Mashuri berharap kejuaraan-kejuaraan karate dapat
terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kompetisi yang rutin dinilai penting
untuk memberikan jam terbang kepada para atlet sekaligus menjadi sarana
penjaringan bibit-bibit potensial Sulawesi Tengah.
“Kalau kita ingin memiliki atlet berprestasi di tingkat
nasional bahkan internasional, maka pembinaan harus dimulai dari bawah. Salah
satunya melalui kompetisi yang dilaksanakan secara konsisten dan berjenjang,”
ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, ratusan karateka akan bersaing
dalam sejumlah nomor pertandingan yang mempertandingkan kategori kata dan
kumite, mulai dari kelompok usia dini hingga dewasa atau senior, perorangan
maupun beregu. Ajang ini juga diikuti para karateka terbaik se Sulteng yang
pastinya bakal menjadi andalan Sulteng di PON maupun pelatnas,.
Dengan jumlah peserta mencapai hampir 900 karateka,
pertandingan diperkirakan berlangsung sengit. Kejuaraan ini juga menjadi
kesempatan bagi para pelatih dan pengurus perguruan untuk melihat perkembangan
atlet serta mengevaluasi hasil pembinaan yang selama ini dilakukan. (bar)
.png)



