Titik Temu Dicapai, Warga Anoa dan Nunu Sepakat Akhiri Perselisihan

Daftar Isi

TITIK TEMU - Wali Kota Palu Hadianto Rasyid bersama unsur Kelurahan dan Kepolisian dan TNI usia melakukan mediasi antara warga Kelurahan Nunu dan Tatura Barat di tiga tempat, yakni Rujab Wali Kota Palu, dan kedua Kantor Kelurahan. (ISTIMEWA)

PALU, Radar Sulteng - Ketegangan antara warga wilayah Tatura Barat dan Kelurahan Nunu, Kota Palu, mulai mereda. Kedua pihak memilih mengakhiri perselisihan dan menjaga situasi tetap aman setelah menjalani mediasi bersama aparat keamanan dan Pemerintah Kota Palu, Jalan Balai Kota Timur, Minggu (9/08/2026).

Proses mediasi tersebut digelar di tiga tempat, yakni Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Palu, Kantor Kelurahan Tatura Utara, dan Kantor Kelurahan Nunu. Pertemuan tersebut mempertemukan pihak-pihak yang terlibat, termasuk Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dengan perwakilan masyarakat dari wilayah Anoa dan Nunu.

Hadianto menyebut, hasil pertemuan menunjukkan kedua kelompok tidak menginginkan perselisihan kembali berlanjut.

Alhamdulillah jadi saya sudah melalukan pertemuan di dua kelurahan yakni kelurahan tatura utara dan Kelurahan Nunu, bersama anak-anak kita baik dari anoa maupun nunu,” kata Hadianto.

Menurutnya, keinginan untuk menjaga ketenangan datang dari kedua pihak. Tidak ada kelompok yang menyatakan ingin melanjutkan keributan.

Semuanya nggak ada yang mau ribut, anak-anak kita yang di Anoa juga bilang kami juga tidak mau pak begitu, di Nunu juga bilangnya begitu,” ujarnya.

Hadianto mengatakan, perwakilan dari Nunu juga telah menyampaikan komitmen untuk tidak mengulangi tindakan yang dapat memicu persoalan baru.

Nah alhamdulillah anak-anak kita di nunu juga sudah menyampaikan bahwa tidak ada pokoknya lagi kejadian seperti itu,” katanya.

Ia berharap kesepakatan tersebut menjadi momentum untuk memulihkan kondisi di kedua wilayah. Menurut Hadianto, masyarakat tidak perlu membangun citra negatif terhadap kelompok dari Anoa maupun Nunu.

Dan kita berharap moga-moga kondisi ini bisa ini begitu tenang,” ucapnya.

Hadianto juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menggeneralisasi tindakan individu sebagai gambaran keseluruhan warga di kedua wilayah.

Dan perlu saya sampaikan bahwa kalau ada hal hal yang tidak baik dilakukan misalnya anak-anak dari Anoa, tidak ada begitu, yang di nunu juga tidak ada seperti itu,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin memperbesar persoalan dengan menunjuk pihak tertentu. Fokus utama saat ini ialah memastikan hubungan kedua kelompok kembali kondusif.

Saya juga tidak mau bilang apa dan siapa, yang saya mau bilang ya bahwa semuanya baik baik saja,” ujarnya.

Jangan bangun image yang terjadi terhadap anak-anak kita di Anoa dan Nunu, semuanya baik baik saja,” lanjut Hadianto.

Hadianto berharap kondisi keamanan di kedua wilayah terus membaik setelah proses mediasi dilakukan.

Dan saya berharap kondusivitas ini gitu ya sudah berangsur ini semakin membaik,” sambungnya.

Meski mediasi telah menghasilkan kesepahaman, Hadianto memastikan persoalan yang terjadi tetap menjadi perhatian aparat penegak hukum. Ia telah meminta kepolisian melakukan pengusutan terhadap kejadian yang memicu perselisihan.

Tetap juga saya sudah meminta dari pihak kepolisian untuk mengusut,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Palu berharap kesepakatan tersebut menjadi titik balik bagi kedua kelompok untuk menghentikan perselisihan dan mengembalikan situasi keamanan di wilayah masing-masing.(Cr1)


 

IKLAN