Tingkatkan Kesadaran Kesehatan, 100 Warga Pantoloan Boya Ikuti Tracing TB dan Publikasi Aplikasi SABUK Sangu Mabelo
LAYANAN - UPTD Puskesmas Pantoloan menggelar Jumat Palu
Sehat yang dirangkaikan dengan Tracing Tuberkulosis (TB) Paru dan publikasi
inovasi Aplikasi SABUK (Samperin Bumil Cantik) Sangu Mabelo di Kantor Kelurahan
Pantoloan Boya, Jumat (31/7/2026). (foto: Lya Anggreini)
PALU, Radar Sulteng - Kegiatan Jumat Palu Sehat Puskesmas Pantoloan dirangkaikan dengan Tracing TB Paru dan Publikasi Inovasi Aplikasi SABUK (Samperin Bumil Cantik) Sangu Mabelo di Kelurahan Pantoloan Boya Jumat, (31/7/2026) yang dihadiri oleh Lurah Pantoloan Boya, Kepala Puskesmas Pantoloan, Dokter dan Tim Puskesmas Pantoloan, Tim Dinkes Kota Palu, dan masyarakat setempat sebanyak 100 orang.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat
terhadap pentingnya deteksi dini Tuberkulosis melalui kegiatan tracing
sekaligus memperkenalkan Aplikasi SABUK Sangu Mabelo, sebuah inovasi pelayanan
kesehatan ibu hamil berbasis digital yang dikembangkan UPTD Puskesmas
Pantoloan.
Aplikasi SABUK Sangu Mabelo tidak hanya berfungsi sebagai
media pencatatan hasil pemeriksaan kehamilan secara digital, tetapi juga
dilengkapi dengan fitur pengingat jadwal kontrol kehamilan, pengingat konsumsi
obat, layanan telekonsultasi dengan dokter, apoteker, dan bidan, serta
keunggulannya adalah akses panggilan darurat ambulans dan layanan USG mobile
bagi ibu hamil beresiko tinggi.
Program inovasi ini sebelumnya telah memperoleh dukungan
dari Wali Kota Palu dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu pada tahun 2024.
Seiring perkembangannya, program inovasi samperin bumil cantik atau SABUK dikembangkan menjadi aplikasi digital yang mengintegrasikan
pemantauan kesehatan ibu hamil dengan kolaborasi multidisiplin antarprofesi
kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan ibu dan anak yaitu SABUK Sangu
Mabelo.
Kami berharap ke depan aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, khususnya di Kota Palu, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelayanan kesehatan. Kami juga akan terus mengembangkan aplikasi ini agar dapat digunakan oleh seluruh kelompok usia, sejalan dengan prinsip Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menerapkan pendekatan siklus hidup dan membuka kerjasama dengan multidisiplin dengan tujuan pemerataan layanan kesehatan. Harapannya, seluruh kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dapat diakses melalui satu aplikasi dalam satu genggaman, sejak merencanakan kehamilan." ujar dokter Puskesmas Pantoloan yang akrab disapa dr.Lya.(*)
.png)

