Sulteng Siap Gelar FORNAS IX 2027, Venue Disebut Tak Bermasalah

Daftar Isi

Andi Ruly Djanggola

PALU, Radar Sulteng – Polemik pembatalan sepihak status Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) IX 2027 disebut bukan disebabkan ketidaksiapan venue maupun anggaran pembangunan infrastruktur.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (CIKASDA) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Andi Ruly Djanggola, SE., M.Si., menegaskan pemerintah daerah tetap siap menjadi tuan rumah FORNAS IX yang rencananya digelar pada Agustus 2027 mendatang.

Menurut Andy, persoalan yang muncul lebih berkaitan dengan komunikasi mengenai pembiayaan operasional kegiatan yang diminta Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional.

Sampai dengan detik sekarang itu, informasi dari Bapak Gubernur, kita siap sebagai tuan rumah. Cuma apa yang SK beredar itu akibat dari miskomunikasi terkait dengan pembiayaan KORMI,” ujar Andy saat dihubungi, Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, KORMI Pusat sebelumnya meminta anggaran operasional sekitar Rp40 miliar. Namun, permintaan tersebut belum mendapatkan persetujuan pemerintah daerah.

Andy menegaskan, kebutuhan operasional tersebut harus dibedakan dengan anggaran pembangunan infrastruktur atau venue yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Kalau venue, kita semua siap. Terbukti kita sudah dikunjungi oleh tim KORMI pada bulan Februari-Maret, tim KORMI pusat datang dengan ketuanya. Namun mereka minta Rp40 miliar untuk operasional, harus dilihat dulu apa item pembelanjaannya,” jelasnya.

Menurut Andy, anggaran pembangunan infrastruktur untuk mendukung pelaksanaan FORNAS telah disiapkan melalui APBD. Sejumlah pekerjaan pendukung juga telah berjalan, termasuk penataan kawasan Hutan Kota Kaubona yang diproyeksikan menjadi salah satu lokasi kegiatan.

Bukan APBD pembangunan infrastruktur yang bermasalah. APBD untuk infrastruktur semuanya ada, yang belum itu adalah biaya operasionalnya KORMI yang mereka minta Rp40 miliar,” tegasnya.

Ia menilai permintaan anggaran operasional tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak untuk dimasukkan dalam penganggaran 2026. Sebab, pelaksanaan FORNAS IX masih dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2027.

Andy mencontohkan sejumlah kebutuhan seperti pengadaan medali, sosialisasi, transportasi atlet dan honor panitia yang menurutnya lebih tepat disiapkan dalam tahun pelaksanaan kegiatan.

Kalau misalnya hanya untuk kebutuhan beli medali, sosialisasi, honor panitia, itu kan bisa dianggarkan 2027. Kenapa harus minta di 2026? Kita khawatir 2026 uang itu nanti tidak bisa dipakai,” katanya.

Terkait kesiapan venue, Andy memastikan pemerintah daerah tidak memiliki persoalan berarti. Salah satu lokasi yang disiapkan adalah kawasan RTH Hutan Kota Kaubona yang dipilih karena memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 25 ribu orang.

Kawasan tersebut sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat gempa bumi 2018 dan kini secara bertahap direvitalisasi. Fasilitas yang disiapkan tidak hanya untuk kegiatan FORNAS, tetapi juga sebagai sarana olahraga dan ruang publik masyarakat.

Andy mengatakan, momentum sebagai tuan rumah FORNAS tidak boleh hilang hanya karena persoalan komunikasi mengenai pembiayaan operasional.

Kita tidak boleh kehilangan momentum. Jangan nanti tiba-tiba tetap Sulteng jadi tuan rumah, tapi semua fasilitas ini sudah kita berhentikan, kan repot,” ujarnya.

Ia berharap persoalan antara pemerintah daerah dan KORMI Nasional dapat segera dikomunikasikan dan diselesaikan sehingga persiapan FORNAS IX 2027 tetap berjalan sesuai rencana. (ZAR)

 


 

IKLAN