Sulteng Bebas TB dalam Tiga Tahun
PALU, Radar Sulteng - Gubernur Sulawesi Tengah
Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menargetkan Sulawesi Tengah bebas Tuberkulosis (TB)
dalam tiga tahun ke depan. Target tersebut ditegaskan saat menghadiri Puncak
Dies Natalis Ke-9 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako
Tahun 2026 sekaligus Launching Berani Magaya (Berantas Infeksi TB, Mahasiswa
JaGa dan SaYAng Keluarga) bagi perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sulawesi
Tengah, di Auditorium Universitas Tadulako, Sabtu (22/8).
Anwar Hafid
“Kita berkomitmen hari ini bahwa dalam tiga
tahun ke depan, Sulteng bebas TB,” tegas Gubernur.
Menurut Gubernur, target tersebut bukan
pekerjaan yang bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Pemberantasan TB
membutuhkan kekuatan bersama antara pemerintah, perguruan tinggi, tenaga
kesehatan, mahasiswa, keluarga, hingga masyarakat.
Karena itu, Gubernur menekankan agar
pemberantasan TB tidak hanya dipandang sebagai urusan sektor kesehatan, tetapi
menjadi gerakan bersama lintas sektor yang dilakukan secara nyata dan
berkelanjutan.
Gubernur menegaskan, Berani Magaya tidak boleh
berhenti sebagai seremoni peluncuran. Setelah dilaunching, program tersebut
harus segera diterjemahkan menjadi gerakan nyata di kampus, keluarga, dan
masyarakat.
“Kita akan koordinasikan dengan seluruh
perguruan tinggi dan jajaran kesehatan supaya apa yang kita launching hari ini
betul-betul bisa berjalan,” katanya.
Menurut Gubernur, perguruan tinggi memiliki
posisi strategis dalam mempercepat upaya menemukan dan menangani kasus TB.
Mahasiswa, kata dia, dapat menjadi kekuatan baru dalam memberikan edukasi,
membantu menemukan kasus, mendampingi masyarakat, sekaligus menjadi pengingat
bagi keluarga tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan TB hingga tuntas.
“Kerja sama ini hanya bisa berjalan kalau kita
bersama-sama dengan seluruh perguruan tinggi. Apa yang digagas melalui Berani
Magaya hari ini adalah sebuah konsep yang sangat aktual dan harus kita
lakukan,” tegasnya.
Gubernur juga menempatkan gerakan
pemberantasan TB sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi
Tengah melalui program 9 Berani sekaligus dukungan daerah terhadap agenda
nasional pemerintah.
“Kami ingin menyampaikan bahwa komitmen kita
di Sulawesi Tengah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota,
begitu besar untuk menyukseskan program Asta Cita Bapak Presiden di Sulawesi
Tengah,” pungkasnya. (bar/*)
.png)
