Reses Ulfa, Warga Ungkap Krisis Air dan Penerangan Jalan di Kelurahan Lambara

Daftar Isi

ASPIRASI - Anggota Komisi A DPRD Kota Palu, Ulfa bersama jajaran OPD terkait dan masyarakat kelurahan Lambara saat kegiatan reses, selasa malam (19/08/2026). (Andika Nur Hikmah/ Radar Sulteng).

PALU, Radar Sulteng — Penonaktifan ratusan bantuan sosial (bansos) warga, penerangan jalan yang minim, hingga krisis air bersih dan 180 hektar lahan pertanian 'tidur' menjadi keluhan utama masyarakat Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu.

Kondisi di wilayah pinggiran kota tersebut direspon oleh Anggota Komisi A DPRD Kota Palu, Ulfa, saat menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan Caturwulan II Tahun Sidang 2026, Rabu malam (19/08/2026).

Legislator tersebut memboyong jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis ke lokasi. Perwakilan Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, serta aparatur kelurahan dihadirkan untuk menjawab langsung persoalan warga.

OPD-OPD ini sengaja saya undang karena banyak sekali keluhan yang saya dengar. Sementara untuk persoalan teknis, hanya OPD yang bisa menjawab dan mengeksekusi karena mereka yang melaksanakan dan memegang anggaran," ujar Ulfa.

Ulfa menyoroti maraknya kasus pemblokiran kartu bansos yang meresahkan masyarakat penerima manfaat.

Kasus kemarin di Kelurahan Pantoloan, dari 490 penerima bantuan sosial ada 110 yang diblok. Saya tidak tahu kalau pada Kelurahan Lambara. Makanya hari ini kita datang supaya ditanyakan langsung ke Dinas Sosial, jalan apa yang bisa dilakukan biar blok itu bisa didapat kembali," tegasnya.

Infrastruktur dan fasilitas dasar di kawasan terpencil itu juga disorot tajam oleh Ulfa seusai melintasi akses jalan menuju lokasi acara.

Malam ini saya luar biasa lewat gelap, ternyata memang gelap dan OPD pasti lihat sendiri. Jalurnya luar biasa gelap, apalagi kalau hujan. Ini persoalan kebutuhan dasar masyarakat yang sudah berpuluh-puluh tahun. Bagaimana mungkin masyarakat bisa sejahtera kalau kebutuhan dasar air tidak terpenuhi dan lahan pertanian tidak bisa difungsikan? Ada 180 hektar di Kayuwangi Ngapa yang tidur," paparnya.

Di luar tugas pengawasan legislatif, Ulfa turut menyampaikan komitmen pribadinya untuk memberikan bantuan sosial pemulasaraan jenazah berupa kain kafan gratis bagi warga yang tertimpa musibah duka.

Alhamdulillah saya terpilih jadi anggota DPR. Kalau ada warga yang meninggal dunia, tolong disampaikan ke saya. Yang ikhlas untuk saya bantu, saya siapkan kain kafan. Nanti hubungi saya ya, yang penting ditanya dulu yang punya keluarga," tulusnya.

Ia menegaskan walau perjuangan merealisasikan anggaran untuk wilayah pinggiran tidak mudah, seluruh aspirasi tersebut akan terus didorong ke pemerintah daerah.

Masyarakat di ujung kota ini berhak mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah. Memang sulit karena ini menyangkut anggaran yang besar, tetapi sulit itu belum tentu tidak bisa. Kita akan terus berjuang bersama," pungkas Ulfa. (AKA)


 

IKLAN