Prof Zainal Abidin Serukan Persatuan Jelang Isu Aksi 27 Agustus

Daftar Isi

Prof Zainal Abidin

PALU, Radar Sulteng – Menjelang mengemukanya isu aksi demonstrasi yang diprediksi berlangsung pada 27 Agustus mendatang, Tokoh Moderasi Beragama Nasional sekaligus Ketua Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia (AFKUBI), Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, menyerukan masyarakat untuk memperkokoh persatuan dan menjaga kerukunan.

Prof. Zainal mengajak seluruh elemen bangsa merawat ikatan persaudaraan di tengah dinamika politik dan sosial yang berkembang. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap bijak, tenang, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah.

“Saya mengajak segenap elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan. Kita harus tetap tenang, rasional, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan anak bangsa,” tegas Prof. Zainal Abidin.

Guru Besar UIN Datokarama Palu itu menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat dan aspirasi di muka umum merupakan hak demokrasi yang dijamin undang-undang. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan secara santun dan tertib, dengan tetap memperhatikan keamanan serta kedamaian bangsa.

Rais Syuriyah PBNU itu menilai, di tengah keterbukaan informasi saat ini, isu demonstrasi maupun momentum sosial lainnya rentan disusupi dan dipelintir oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk kepentingan provokasi.

Karena itu, menurutnya, kesadaran masyarakat dalam menyaring informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya menjadi salah satu benteng penting dalam menjaga persatuan.

“Keberagaman ini adalah anugerah. Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa keragaman dan perbedaan pandangan tersebut menjadi energi perekat, bukan alasan untuk saling membenci, berbuat anarkis, atau terpecah belah,” ujar Dewan Pakar PB Alkhairaat tersebut.

Sebagai pimpinan asosiasi FKUB se-Indonesia, Prof. Zainal juga mendorong para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda berada di garis terdepan dalam membawa pesan kesejukan di tengah masyarakat.

Ia berharap seluruh elemen bangsa terus memproduksi narasi perdamaian yang dapat menenangkan publik serta mencegah berkembangnya informasi provokatif.

“Mari kita perkuat sinergi dan kolaborasi di semua tingkatan. Jika kita kompak dan tidak mudah diadu domba, maka narasi provokatif apa pun tidak akan mampu menggoyahkan persatuan bangsa kita,” pungkas Prof. Zainal Abidin. (bar/*)

 



 

IKLAN