Prof. Zainal Abidin Serukan Persatuan di Tengah Duka Gempa NTT
![]() |
| Prof. Zainal Abidin |
PALU, Radar Sulteng— Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. KH. Zainal Abidin, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan komitmen kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah.
Prof. Zainal mengatakan, kritik terhadap pemerintah
merupakan bagian dari ruh demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan secara
objektif, berdasarkan data dan fakta, serta mengedepankan substansi dan
kepentingan masyarakat.
Pemerintah harus mendengarkan keluhan masyarakat. Aspirasi juga harus disampaikan dengan bijaksana, sehingga tidak menimbulkan perpecahan,” kata Prof. Zainal, Senin (17/8) siang.
Ia juga menyampaikan duka mendalam kepada masyarakat yang
menjadi korban bencana gempa bumi tektonik di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurutnya, musibah tersebut hendaknya untuk memperkuat solidaritas,
kepedulian, dan semangat gotong royong di tengah duka.
Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Prof. Zainal juga
mengingatkan bahwa makna kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan kebebasan
sebagai bangsa, tetapi juga bagaimana setiap warga negara dapat menjalankan
kehidupan beragama dengan penuh tanggung jawab.
Kemerdekaan beragama dipahami sebagai kebebasan beragama dengan menghargai dan menghormati hak serta kewajiban antar pemeluk agama,” ujarnya.
Menurutnya, kebebasan beragama harus berjalan seiring dengan
sikap saling menghormati. Setiap umat beragama memiliki hak untuk menjalankan
keyakinannya, sekaligus berkewajiban menghormati hak umat agama lain sehingga
kehidupan masyarakat tetap harmonis dan rukun.
Zainal mengajak para tokoh agama untuk terus menyuarakan
pesan persatuan melalui mimbar-mimbar keagamaan. Menurutnya, umat beragama
perlu bersama-sama menghadapi berbagai ujian, termasuk bencana alam, dengan
semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah
terprovokasi oleh narasi maupun pemberitaan yang dapat memicu perpecahan.
Jangan mudah terprovokasi oleh narasi berita yang mengajak kepada perpecahan. Kita harus menjaga persatuan nasional dan mengedepankan kerukunan,” tegasnya.
Zainal berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tokoh
agama, dan generasi muda dapat menjaga suasana yang kondusif dengan
mengedepankan dialog, persatuan, serta kepentingan bangsa di atas kepentingan
kelompok.
Mari kita isi hari kemerdekaan ini dengan hal-hal positif dan membantu mereka yang tengah membutuhkan kebaikan kita,” pungkasnya. (bar/*)
.png)

