Prabowo Ajak Kadin Perkuat Ketahanan Ekonomi
PERKUAT EKONOMI - Presiden Prabowo saat menyapa ketua umum Kadin Sulteng Ir Gufran Ahmad pada pertemuan para pengusaha Kadin se Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7/2026). Foto IST
Kadin Sulteng Siap Kawal Kebijakan Presiden
JAKARTA, Radar Sulteng – Presiden Republik
Indonesia Prabowo Subianto mengajak seluruh pelaku usaha yang tergabung dalam
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk memperkuat ketahanan ekonomi
nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Ajakan tersebut
disampaikan saat menerima sekitar 150 pengusaha yang terdiri dari pengurus
Kadin Pusat, Kadin Provinsi, serta pimpinan berbagai asosiasi dunia usaha
se-Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua
Umum Kadin Sulawesi Tengah, Ir. Gufran Ahmad, bersama para ketua Kadin daerah
lainnya.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan
bahwa Indonesia patut bersyukur karena berhasil memperkuat ketahanan pangan
nasional di tengah situasi dunia yang penuh gejolak. Menurutnya, capaian
tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang
semakin kompleks.
Presiden mengingatkan bahwa sejak awal
pemerintahannya ia telah memperingatkan dunia usaha mengenai potensi krisis
global akibat konflik geopolitik yang terus meluas, mulai dari perang di
Ukraina, konflik di Timur Tengah, hingga ketegangan di kawasan Asia Tenggara.
Prabowo mengatakan pemerintah terus
mengedepankan prinsip sebagai good neighbor dengan membangun hubungan
baik dengan seluruh negara, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Jepang,
India, Australia, serta negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Di tengah meningkatnya ketegangan global,
Presiden juga mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi
kekuatan sekaligus tantangan. Karena itu, seluruh komponen bangsa diminta
menjaga persatuan dan memperkuat ketahanan nasional, termasuk melalui ketahanan
ekonomi.
Sementara itu Ketua Umum Kadin Indonesia,
Anindya Bakrie, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang
telah memberikan kesempatan kepada seluruh jajaran Kadin dari berbagai daerah
untuk berdialog langsung di Istana Negara.
Anindya menegaskan bahwa Kadin merupakan mitra
strategis pemerintah sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987.
Menurutnya, dunia usaha memiliki tanggung jawab besar dalam menopang
perekonomian nasional karena sekitar 92 persen aktivitas ekonomi Indonesia
berasal dari konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor.
Selain itu, Anindya menilai tantangan ekonomi
global, perang dagang, hingga ketidakpastian geopolitik harus dijawab dengan
optimisme, inovasi, serta kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha.
Ketua Umum Kadin Sulawesi Tengah, Ir. Gufran
Ahmad, mengatakan kehadiran seluruh pengurus Kadin daerah dalam pertemuan
tersebut menunjukkan komitmen dunia usaha untuk mendukung berbagai program
strategis pemerintah.
Menurut Gufran, arahan Presiden Prabowo
menjadi motivasi bagi pelaku usaha di daerah untuk memperkuat investasi,
mendorong hilirisasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing
ekonomi daerah.
Kami mendapatkan banyak arahan strategis dari Bapak Presiden mengenai pentingnya membangun ketahanan ekonomi nasional melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Kadin Sulawesi Tengah siap mengawal kebijakan tersebut dengan memperkuat investasi, mendukung hilirisasi sumber daya alam, memberdayakan UMKM, serta memperluas kemitraan dengan pemerintah daerah," kata Gufran kepada Radar Sulteng.
Ia menambahkan, Sulawesi Tengah memiliki
potensi besar di sektor pertambangan, pertanian, perkebunan, perikanan, hingga
industri pengolahan yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Kami optimistis sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya. (bar)
.png)

