Pohon Historis Taman GOR Ditebang Untuk Keselamatan
ALASAN KESELAMATAN - Salah satu pohon tertua dan punya nilai historis oleh beberapa masyarakat usai ditebang oleh DLH Kota Palu, Selasa, (11/08/2026). Foto(Andika Nur Hikmah/ Radar Sulteng
PALU, Radar Sulteng — Protes sejumlah pihak terkait penebangan pohon tua di Taman GOR akhirnya dijawab oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu.
Eksekusi pemotongan tersebut diklaim bukan
aksi perusakan lingkungan, melainkan langkah darurat urusan nyawa demi mencegah
tragedi pohon tumbang yang pernah merenggut korban di ibu kota Sulawesi Tengah
ini.
![]() |
| Ibnu Mundzir |
Sekretaris DLH Kota Palu, Ibnu Mundzir,
meluruskan polemik yang beredar di tengah masyarakat. Ia membeberkan fakta
bahwa hanya dua pohon yang dieksekusi dalam proyek revitalisasi tersebut.
Keputusan drastis itu terpaksa diambil lantaran kondisi struktur tajuk kedua
pohon sudah sangat miring dan berstatus rawan tumbang sewaktu-waktu.
Khawatirnya kita kalau tidak dipotong justru menimbulkan masalah di kemudian hari. Sebab tahun lalu ada tiga orang yang meninggal dunia karena tertimpa pohon di Kota Palu. Jadi pertimbangannya murni teknis untuk pelaksanaan keamanan," urai Ibnu saat ditemui, Senin (10/08/2026).
Untuk menepis tudingan abai terhadap ekologi,
Ibnu menjamin bahwa Pemkot Palu memberlakukan kompensasi yang sangat saklek.
Setiap satu pohon yang ditebang, DLH diwajibkan menanam tiga bibit pohon
pengganti rasio 1:3.
Kompensasi penghijauan tersebut saat ini
tengah dikebut besar-besaran oleh tim DLH di kawasan Kelurahan Layana. Manuver
ini merupakan strategi pemerintah untuk mempertahankan Indeks Kualitas Tutupan
Lahan (KTL) agar tidak anjlok.
Di samping itu, kami juga tanam pohon agar indeks kualitas tutupan lahan kami tidak menurun. Itu menjadi preseden bagi pemerintah kota," jelasnya.
Ibnu menegaskan, wajah baru ruang publik
kebanggaan Kota Palu itu nantinya tidak sekadar memanjakan mata, tapi juga
harus menggaransi keselamatan pengunjung dari ancaman bencana hidrometeorologi.
Peremajaan ini gunanya sekaligus untuk estetika, untuk keselamatan, keamanan, dan supaya proses penataannya jauh lebih baik menjadi ruang terbuka hijau yang ideal," pungkas Ibnu.(Cr1)
.png)


