Perbasi Palu Dorong Peningkatan Kualitas Wasit
PELATIHAN WASIT - Penataran dan Penyegaran Wasit Bola Basket Lisensi C dan B2 serta Workshop Nonlisensi yang digelar di Aula Sekretariat KONI Sulawesi Tengah, Kamis (13/8/2026).
PALU, Radar Sulteng – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Palu mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme wasit sebagai bagian dari upaya memperbaiki mutu kompetisi bola basket di Sulawesi Tengah.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Perbasi Kota Palu Rahmat
H. Djalali dalam kegiatan Penataran dan Penyegaran Wasit Bola Basket Lisensi C
dan B2 serta Workshop Nonlisensi yang digelar di Aula Sekretariat KONI Sulawesi
Tengah, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 16 Agustus 2026 itu diikuti
22 peserta dari sejumlah daerah, termasuk Kota Palu. Penataran menjadi bagian
dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah
2026 di Kabupaten Morowali sekaligus pembinaan perangkat pertandingan menuju
PON 2028.
Rahmat mengatakan, peningkatan kualitas wasit menjadi
kebutuhan penting karena persoalan keputusan perangkat pertandingan masih kerap
memicu protes dalam setiap kompetisi.
Ia menyebut, hampir setiap pertandingan bola basket selesai,
selalu ada protes yang berkaitan dengan keputusan wasit. Kondisi tersebut
menurutnya harus dijawab dengan peningkatan kapasitas dan pemahaman aturan
pertandingan.
Alhamdulillah pada hari ini antusias teman-teman yang ingin menjadi wasit sudah mulai meningkat. Saya berharap apa yang nanti disampaikan narasumber, ilmunya benar-benar diterapkan dengan baik dalam mengambil keputusan di lapangan,” kata Rahmat.
Menurutnya, seorang wasit tidak cukup hanya memahami teori.
Kemampuan mengambil keputusan di lapangan juga harus terus diasah melalui
pengalaman memimpin pertandingan.
Karena itu, Rahmat mendorong para peserta penataran untuk
aktif melakukan praktik setelah kegiatan berakhir. Salah satunya dengan
menggandeng klub-klub bola basket untuk menggelar pertandingan latihan.
Harapan saya setelah penataran ini jangan hanya sampai teori. Bisa menggandeng klub-klub untuk melakukan pertandingan latihan, sehingga ilmu yang didapat bisa langsung dipraktikkan,” ujarnya.
Rahmat juga menilai peningkatan jumlah dan kualitas wasit
akan memberikan dampak terhadap perkembangan kompetisi bola basket di daerah.
Dengan ketersediaan perangkat pertandingan yang memadai, pertandingan dapat
digelar lebih rutin dan profesional.
Saya sudah capek juga, habis pertandingan selalu diprotes tentang masalah wasit. Karena itu kualitas teman-teman harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Penataran tersebut menghadirkan Sedyo Mukti Wibowo sebagai
pemateri. Ia merupakan wasit berlisensi FIBA dan memiliki pengalaman memimpin
pertandingan Indonesian Basketball League (IBL).
Bagi Perbasi Kota Palu, kegiatan tersebut menjadi momentum
untuk memperkuat pembinaan sumber daya manusia di bidang perwasitan. Tidak
hanya untuk memenuhi kebutuhan pertandingan di Kota Palu, tetapi juga mendukung
peningkatan kualitas kompetisi bola basket di Sulawesi Tengah.
Rahmat berharap peserta yang mengikuti penataran dapat terus
mengembangkan kemampuan dan meningkatkan lisensi, sehingga ke depan semakin
banyak wasit dari Sulawesi Tengah yang mampu memimpin pertandingan pada level
nasional.
Peningkatan kualitas wasit juga dinilai penting untuk
mendukung pelaksanaan Porprov X Sulawesi Tengah 2026 di Morowali. Perbasi Kota
Palu berharap ajang tersebut tidak hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi
juga meninggalkan warisan berupa peningkatan kualitas perangkat pertandingan
bola basket di daerah. (bar/*)
.png)

