Pembangunan SNT Donggala Dimulai Akhir 2026

Daftar Isi

TANDA TANGAN - Bupati Donggala Vera E Laruni didampingi Kepala Dinas Ansyar Sutiadi menandatanganani NPHD di Hotel Episode, Gading Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (30/7/2026). Foto Kominfo Donggala

DONGGALA, Radar Sulteng – Upaya menghadirkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Donggala memasuki babak penting. Pemerintah Kabupaten Donggala resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai bagian dari percepatan pelaksanaan Program Sekolah Nasional Terintegrasi sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi.

Penandatanganan NPHD dilakukan Bupati Donggala Vera E. Laruni, S.E., didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Donggala Ansyar Sutiadi, S.Sos., M.Si., di Hotel Episode, Gading Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen RI Ir. Suharti, M.A., Ph.D., bersama para pejabat eselon I dari Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Dalam Negeri, serta Kemendikdasmen. Sebanyak 17 pemerintah daerah yang telah menyampaikan persetujuan hibah lahan turut menandatangani NPHD sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Usai penandatanganan, Bupati Vera Elena Laruni menyebut momentum tersebut sebagai langkah bersejarah bagi Kabupaten Donggala dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan.

Hari ini adalah tinta emas sejarah bagi Kabupaten Donggala dalam akselerasi peningkatan mutu pendidikan, sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak Donggala untuk menikmati fasilitas sekolah berstandar internasional yang dapat diakses secara gratis," ujar Vera.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Donggala telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di Dusun Lapaloang, Kecamatan Banawa, sebagai lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi. Pada tahap awal, sekitar 10 hektare lahan dihibahkan kepada pemerintah pusat untuk memulai proses pembangunan.

Menurut Vera, Sekolah Nasional Terintegrasi akan dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan olahraga bertaraf internasional, mulai dari laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, hingga berbagai sarana penunjang pembelajaran modern. Pembangunan fisik sekolah dijadwalkan dimulai pada akhir tahun 2026.

Ia menambahkan, salah satu keunggulan Sekolah Nasional Terintegrasi adalah sistem rekrutmen tenaga pendidik yang dilakukan secara nasional sehingga kualitas guru yang mengajar telah melalui proses seleksi yang ketat.

Selain didukung tenaga pendidik berkualitas, peserta didik juga akan memperoleh fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, termasuk laptop untuk menunjang proses belajar mengajar. Kurikulum yang diterapkan mengacu pada standar internasional dengan penguatan kemampuan bahasa asing sehingga diharapkan mampu mencetak lulusan yang berdaya saing global.

Sementara menunggu pembangunan gedung permanen selesai, Pemerintah Kabupaten Donggala memastikan proses belajar mengajar Program Sekolah Nasional Terintegrasi tetap dimulai pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan pembelajaran sementara akan memanfaatkan Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mahvali di Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, sebagai lokasi transisi. (bar/*)

 


 

IKLAN