Pasar Modern Tavanjuka Masih Sepi

Daftar Isi

TIDAK RAMAI - Situasi sehari-hari Pasar Tavanjuka di kelurahan Tatanga yang belum terlalu ramai, Kamis (13/8/2026). Foto Andika Nur Hikmah/ Radar Sulteng

PALU, Radar Sulteng - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Palu dari Partai Hanura, Rustia Tompo, menyoroti kondisi memprihatinkan Pasar Tavanjuka yang dinilai sepi pengunjung dan kurang terawat. Kritik tajam tersebut disampaikannya langsung kepada jajaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu dalam Rapat Banggar pembahasan KUA-PPAS TA 2027 di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Palu, Kamis (12/08/2026).

Rustia Tompo 

Anggota Komisi A itu mengungkapkan kekecewaannya usai melakukan pemantauan atau blusukan langsung ke area Pasar Tavanjuka pada bulan lalu. Rustia menilai, meski sudah direnovasi menjadi pasar modern dengan bangunan fisik yang menjanjikan, tingkat perputaran ekonomi dan keterisian pasar diperkirakan belum maksimal serta masih di bawah 35 persen.

Padahal kalau dilihat secara langsung, tempat itu cukup bagus. Tapi kenapa kok pasar itu sepi sekali? Banyak sekali tempat-tempat di situ yang belum sama sekali disentuh oleh para penjual atau konsumen yang berminat," ujar Rustia mengungkapkan temuan lapangannya.

Selain sepinya aktivitas transaksi, Rustia menyoroti manajemen kebersihan dan pengelolaan limbah di lokasi tersebut. Ia menemukan area pembuangan sampah yang menumpuk serta operasional pemotongan unggas yang terbatas dan terkesan jorok.

Tempat itu jujur saja kurang bersih. Mengenai masalah kebersihan, pembuangan sampahnya sangat mengganggu penglihatan kita. Di situ sudah ada pemotongan unggas, tetapi pemotongannya terbatas," tegasnya.

Rustia turut mempertanyakan wacana pembuatan tempat nongkrong atau cafe yang sempat dijanjikan Disperdagind sebagai daya tarik pasar modern namun tak kunjung terealisasi.

Ia meminta Disperdagind tidak hanya berpatokan pada capaian target penerimaan secara keseluruhan, melainkan melakukan evaluasi secara spesifik dari pasar ke pasar guna memastikan target retribusi TA 2027 benar-benar realistis. (aka)


 

IKLAN