Mimpi Sejak Bupati, Penerbangan Internasional Akhirnya Terwujud

Daftar Isi

Anwar Hafid

PALU, Radar Sulteng  – Mimpi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid untuk melihat penerbangan internasional dari Palu akhirnya terwujud. Pesawat Garuda Indonesia resmi menerbangkan penumpang dari Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri menuju Guangzhou, Republik Rakyat Tiongkok.

Penerbangan perdana (Inaugural Charter Flight) rute Palu–Guangzhou tersebut menjadi tonggak baru bagi konektivitas Sulawesi Tengah dengan dunia internasional. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Gubernur Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Wakil Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Thomas Sugiarto Oentoro, serta Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar Capt. M. Mauludin.

Bagi Anwar Hafid, penerbangan tersebut bukan sekadar pembukaan rute baru. Di baliknya terdapat mimpi yang telah ia bangun sejak lama.

Anwar mengisahkan, ketika dirinya menjabat sebagai Bupati Morowali pada 2008, ia kerap membayangkan suatu hari mendengar pengumuman keberangkatan pesawat menuju Morowali.

Mimpi itu baru terwujud sembilan tahun kemudian,” kata Anwar dalam sambutannya.

Saat dipercaya memimpin Sulawesi Tengah, mimpi tersebut kembali berkembang. Kali ini bukan lagi sekadar menghadirkan penerbangan untuk daerah, tetapi membuka pintu Sulawesi Tengah menuju dunia internasional.

Awal 2025 saya membayangkan suatu hari melihat penerbangan internasional dari bandara ini. Alhamdulillah, hanya dalam waktu sekitar satu tahun mimpi itu menjadi kenyataan. Bahkan lebih cepat dari yang saya bayangkan,” ujarnya.

Menurut Anwar, penerbangan Palu–Guangzhou menjadi sejarah baru bagi Sulawesi Tengah. Apalagi Bandara Mutiara SIS Al-Jufri telah ditetapkan berstatus internasional sejak 2025.

Ini adalah sejarah baru bagi Sulawesi Tengah. Penantian panjang masyarakat akhirnya terjawab. Melalui kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola bandara, Garuda Indonesia, dan semua pihak, malam ini kita berhasil membuka penerbangan internasional pertama dari Palu,” katanya.

Anwar berharap konektivitas tersebut tidak berhenti sebagai seremoni pembukaan rute. Menurutnya, penerbangan langsung menuju Guangzhou dapat menjadi pintu masuk bagi investasi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, serta berbagai bentuk kerja sama internasional.

Terlebih, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menjalin kerja sama Sister Province dengan Provinsi Hainan dan Provinsi Sichuan di Tiongkok. Kedua daerah tersebut, kata Anwar, menyambut positif dibukanya konektivitas langsung dengan Palu.

Ia juga menyebut Pemerintah Provinsi Sichuan tertarik terhadap kekayaan budaya dan situs purbakala Sulawesi Tengah yang dinilai memiliki kemiripan dengan sejumlah peninggalan sejarah di wilayah tersebut.

Kami ingin dunia mengenal Sulawesi Tengah, bukan hanya karena industrinya, tetapi juga karena pariwisata, budaya, dan warisan sejarahnya,” ujarnya. (bar)


 

IKLAN