Mahasiswa Morowali Merasa Pembangunan di Ibukota Bungku Diabaikan
![]() |
| Zulfikar |
MOROWALI, Radar Sulteng – Arah pembangunan Kabupaten Morowali, khususnya di wilayah Ibu Kota Kabupaten Bungku, mendapat sorotan dari mahasiswa asal Morowali, Zulfikar.
Ia menilai pembangunan Kota Bungku sebagai pusat
pemerintahan dan salah satu pusat aktivitas ekonomi daerah belum mendapat
perhatian yang semestinya. Menurutnya, Bungku seharusnya menjadi wajah utama
Kabupaten Morowali sehingga pembangunannya perlu ditempatkan sebagai salah satu
prioritas strategis pemerintah daerah.
“Saya melihat hari ini ada kesan Pemerintah Kabupaten
Morowali membelakangi pembangunan Kota Bungku. Bungku adalah ibu kota
kabupaten, pusat pemerintahan sekaligus salah satu pusat kegiatan ekonomi
masyarakat. Kalau wajah ibu kota saja tidak dibenahi secara serius, lalu
bagaimana kita berbicara tentang pemerataan pembangunan?” ujar Zulfikar.
Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah daerah dalam
merenovasi sejumlah fasilitas atau ikon daerah, termasuk tugu yang berada di
Bahomohoni. Menurutnya, penataan wajah daerah merupakan hal yang penting,
tetapi pemerintah harus tetap mempertimbangkan skala prioritas berdasarkan
kebutuhan masyarakat.
Zulfikar mempertanyakan penyelesaian persoalan yang dinilai
lebih mendesak, seperti kondisi Pasar Bungku dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap kebijakan pemerintah dapat lebih berpihak kepada pedagang dan
masyarakat kecil.
“Kita tidak menolak pembangunan tugu atau penataan kota.
Tetapi pemerintah harus melihat mana yang lebih urgen. Jangan sampai kita sibuk
mempercantik simbol, sementara pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat justru
menghadapi persoalan dan pedagang menjadi korban dari kebijakan yang tidak
tepat,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semestinya hanya
diukur dari banyaknya proyek fisik yang dibangun. Lebih dari itu, pembangunan
harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup dan
kepastian ekonomi masyarakat.
Ia menyebut petani, nelayan, pedagang hingga masyarakat yang
menggantungkan kehidupan pada sektor ekonomi lokal membutuhkan kebijakan yang
lebih responsif terhadap kebutuhan mereka.
“Nasib masyarakat Morowali hari ini sangat miris jika
pemerintah hanya melihat pembangunan dari angka proyek dan pembangunan fisik.
Pemerintah harus turun melihat langsung bagaimana kondisi petani, nelayan,
pedagang dan masyarakat kecil. Mereka membutuhkan keberpihakan kebijakan, bukan
sekadar pembangunan yang terlihat dari luar,” tegasnya.
Sebagai mahasiswa asal Morowali, Zulfikar menegaskan kritik
tersebut bukan untuk menyerang pemerintah daerah. Menurutnya, kritik merupakan
bentuk kepedulian terhadap arah pembangunan dan masa depan masyarakat Morowali.
Ia meminta Bupati Morowali bersama jajaran pemerintah daerah
mengevaluasi sejumlah kebijakan yang dinilai belum menyentuh kebutuhan dasar
masyarakat. Pemerintah juga diminta membuka ruang partisipasi publik yang lebih
luas sehingga kebijakan pembangunan tidak hanya lahir dari perspektif
pemerintah, tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata yang dirasakan
masyarakat.
“Kami tidak sedang mencari kesalahan pemerintah. Kami ingin
pemerintah hadir dengan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh
rakyat. Morowali bukan hanya tentang investasi dan pembangunan fisik. Morowali
juga tentang petani, nelayan, pedagang, pemuda, dan seluruh masyarakat yang
setiap hari menggantungkan hidupnya di daerah ini,” ungkapnya.
Zulfikar berharap Pemkab Morowali kembali menempatkan
pembangunan Kota Bungku sebagai salah satu prioritas strategis, termasuk
pembenahan kawasan perkotaan, fasilitas publik, pasar, infrastruktur dasar
serta penguatan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, wajah ibu kota kabupaten mencerminkan wajah
pemerintah daerah. Karena itu, Bungku harus dibangun secara serius, terencana
dan berkelanjutan.
“Jangan sampai kita membangun apa yang terlihat indah,
tetapi melupakan apa yang paling dibutuhkan rakyat. Karena ukuran keberhasilan
pemerintah bukan hanya berdirinya bangunan, tetapi ketika masyarakat merasakan
bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk mereka,” pungkas Zulfikar. (bar/*)
.png)

