KONI Sulteng Koordinasikan Penundaan Porprov X Morowali 2026

Daftar Isi

BAHAS PORPROV - Rakor KONI Sulteng bersama KONI Kabupaten Kota di Aula KONI Sulteng, Rabu (26/8/2026). Foto IST

PALU, Radar Sulteng – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah menggelar rapat koordinasi bersama KONI kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah untuk membahas penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulteng X Morowali 2026.

Rapat tersebut turut dihadiri Bupati Morowali Ikhsan Baharudin Abdul Rauf serta jajaran KONI kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Sekretaris Umum KONI Sulteng, Andi Nur B Lamakarate atau Anca, mewakili Ketua Umum KONI Sulteng membuka sekaligus memimpin rapat koordinasi tersebut.

Dalam sambutannya, Anca menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengurus KONI kabupaten/kota karena rapat koordinasi terkait perubahan jadwal Porprov baru dapat dilaksanakan.

Menurutnya, penundaan Porprov Sulteng X tidak hanya berkaitan dengan perubahan waktu pelaksanaan pertandingan, tetapi juga menyangkut sejumlah aspek teknis yang perlu disepakati bersama.

“Ini cuma pergeseran waktu, tetapi ada teknis-teknis yang harus kita sepakati,” ujar Anca.

Ia menjelaskan, sejumlah tahapan persiapan Porprov sebelumnya telah berjalan. Dengan adanya perubahan jadwal, KONI Sulteng bersama KONI kabupaten/kota perlu kembali menyusun berbagai agenda teknis, mulai dari jadwal pertandingan, regulasi hingga persiapan masing-masing kontingen.

Selain persoalan teknis, kata Anca, penundaan juga berkaitan dengan kondisi anggaran. Berdasarkan surat dari pemerintah kabupaten yang diterima KONI Sulteng, terdapat pertimbangan mengenai rasionalisasi anggaran yang menjadi salah satu alasan perubahan jadwal pelaksanaan Porprov.

“Kalau saya lihat di suratnya memang ada rasionalisasi anggaran,” katanya.

Anca mengatakan, kondisi keuangan daerah yang berbeda-beda perlu menjadi perhatian dalam menentukan jadwal baru Porprov. Setiap kabupaten/kota memiliki kemampuan fiskal dan kebutuhan anggaran yang tidak sama.

Karena itu, KONI Sulteng meminta seluruh KONI kabupaten/kota menyampaikan masukan dan kondisi masing-masing sehingga keputusan terkait perubahan jadwal dapat disepakati secara bersama.

“Jadi saya mohon Bapak-Ibu kabupaten/kota, anggaran ini kita koordinasikan, disepakati teknis, disepakati tentang tanggal dan juga persiapan,” ujarnya.

Ia menegaskan, rapat tersebut bukan merupakan Rapat Kerja (Raker), melainkan rapat koordinasi yang difokuskan untuk membahas persoalan teknis sekaligus mencari kesepakatan bersama mengenai pergeseran waktu pelaksanaan Porprov.

Menurut Anca, penundaan justru dapat dimanfaatkan sebagai tambahan waktu bagi KONI kabupaten/kota untuk mematangkan persiapan kontingen masing-masing.

“Penundaan ini ada baiknya untuk persiapan KONI kabupaten/kota melaksanakan program-program kita di Porprov Sulawesi Tengah yang ke-10,” katanya.

Dalam rapat tersebut, berbagai hal teknis turut dibahas dan disesuaikan menyusul perubahan jadwal, termasuk regulasi, agenda pertandingan serta kebutuhan anggaran masing-masing daerah.

Anca meminta seluruh peserta rapat tidak hanya menerima keputusan, tetapi juga aktif menyampaikan kritik, masukan dan usulan demi memastikan penyelenggaraan Porprov Sulteng X di Morowali dapat berjalan dengan baik.

“Kondisi kabupaten kita masing-masing berbeda-beda. Jadi coba nanti sekali lagi dikoordinasikan, karena ada yang jauh, ada juga yang dekat, ada yang pendapatan daerahnya di bawah rata-rata,” tuturnya.

Porprov Sulteng X Morowali 2026 merupakan salah satu agenda olahraga terbesar di Sulawesi Tengah. Dengan adanya penundaan, KONI Sulteng bersama pemerintah daerah dan KONI kabupaten/kota perlu menyusun kembali jadwal serta berbagai kebutuhan teknis sebelum pelaksanaan.

Rapat koordinasi tersebut diharapkan menghasilkan kesepakatan mengenai jadwal baru dan sejumlah persiapan teknis Porprov Sulteng X Morowali 2026. (bar/*)


 

IKLAN