Kebakaran Hutan di Pagimana Meluas
MELUAS - TRC Kabupaten Banggai berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Pagimana, yang hinga kini masih menyala. Foto dok BPBD Sulteng
100 Hektare Lahan dan Ratusan Pohon Kelapa Terdampak
BANGGAI, Radar Sulteng – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Toipan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, terus meluas. Hingga Jumat (7/8/2026) pukul 11.00 Wita, api masih berkobar di sejumlah titik di kawasan perbukitan dan sepanjang ruas jalan, sementara tim gabungan masih berupaya melakukan pemadaman.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops)
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, kebakaran pertama kali terjadi pada Kamis
(6/8/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Informasi kejadian diterima BPBD pada
pukul 21.46 Wita di hari yang sama.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Ir Asbudianto Peristiwa tersebut terjadi di sepanjang ruas jalan Desa Toipan, Kecamatan Pagimana. Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang pengendara sepeda motor di tepi jalan. Kondisi musim kemarau menyebabkan rumput dan semak dalam keadaan kering sehingga api dengan cepat merambat ke kawasan hutan dan lahan di sekitarnya.
Akibat kebakaran tersebut, sekitar 100 hektare lahan terdampak. Selain itu, sedikitnya 100 pohon kelapa ikut terbakar. Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut,’ ujar Asbudianto.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai bersama unsur
terkait telah melakukan asesmen di lokasi dan berkoordinasi untuk mempercepat
upaya pemadaman. Personel juga diterjunkan langsung ke titik kebakaran dengan
membawa peralatan berupa sprayer elektrik serta mobil tangki suplai air milik
BPBD.
Namun, proses pemadaman masih menghadapi kendala karena api masih muncul di beberapa titik yang berada di kawasan pegunungan dan berpotensi mendekati permukiman warga.
BPBD menyebut kebutuhan mendesak saat ini adalah tambahan peralatan
pemadam, seperti alat pemadam api ringan (APAR), mobil pemadam kebakaran, dan
mobil water cannon guna mencegah api semakin meluas ke kawasan permukiman.
Hingga laporan terakhir pada Jumat siang, petugas masih
berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan pemadaman kebakaran. (bar/*)
.png)



