Kebakaran di Pulau Terpencil, Seberangi Perahu dengan Alat Seadanya
![]() |
| ILUSTRASI |
BANGKEP, Radar Sulteng – Keterbatasan sarana pemadam kebakaran kembali menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kepulauan Banggai Kepulauan.
Di tengah kebakaran yang melanda kawasan Pulau
3B, meliputi Bakalan, Bulungkobit dan Bungin, petugas Pemadam Kebakaran
(Damkar) Banggai Kepulauan harus turun langsung ke lokasi dengan membawa tabung
Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Armada mobil pemadam tidak dapat dikerahkan
karena lokasi berada di pulau terpencil tanpa akses yang memungkinkan kendaraan
Damkar masuk.
Pada Sabtu (8/8/2026), tujuh personel Regu 2
Damkar Bangkep bersama tim gabungan kembali digeser ke Desa Bulungkobit dan
Bakalan, Kecamatan Tinangkung. Tim tersebut dilepas Kasat Pol PP dan Damkar
Bangkep Muh. Adnan Datu Adam, SE, didampingi Kasi Operasi Damkar.
Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari 13
personel BPBD, tujuh personel Damkar, serta unsur TNI dan PMI telah bergerak
dari Salakan sekitar pukul 22.00 WITA menuju Pulau Bakalan.
Setibanya di Desa Bulungkobit, tim menunggu
hingga pagi hari untuk melakukan penyisiran. Petugas kemudian menemukan
sejumlah bara dan sisa api yang masih menyala.
Dengan peralatan yang dibawa, petugas bersama
masyarakat langsung melakukan pemadaman terhadap bara tersebut untuk mencegah
api kembali membesar dan merembet ke kawasan lainnya.
Hasil penyisiran memastikan tidak ada lagi api
yang berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan. Personel Damkar dan tim
gabungan kemudian kembali setelah memastikan kondisi di lokasi aman.
![]() |
| MODAL BERANI - Petugas Damkar Banggai Kepulauan dengan modal berani, memadamkan Lokasi kebakaran hanya menggunakan apar di pulau terpencil Bakalan. Foto Damkar Bangkep |
Petugas tetap dikerahkan meski tidak dapat
membawa unit armada pemadam. Tabung APAR menjadi salah satu peralatan yang
dibawa untuk membantu menangani titik api dan bara yang masih tersisa.
Kondisi ini sekaligus menggambarkan tantangan
penanganan karhutla di wilayah kepulauan. Ketika kebakaran terjadi di daratan
yang memiliki akses jalan, armada Damkar dapat langsung dikerahkan. Namun,
kondisi berbeda terjadi di Pulau 3B yang membutuhkan perjalanan laut dan tidak
memungkinkan kendaraan pemadam dibawa menuju lokasi.
Petugas Damkar Bangkep mengapresiasi
keterlibatan masyarakat yang turut membantu proses pemadaman. Sinergi bersama
TNI, Polri, BPBD dan PMI dinilai penting untuk memastikan kebakaran tidak
kembali meluas.
Damkar juga mengingatkan masyarakat agar
meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk memastikan
penggunaan instalasi listrik dan colokan dalam kondisi aman.
Kebakaran dapat terjadi kapan saja. Kami mengimbau masyarakat selalu siaga dan memperhatikan setiap colokan listrik yang dapat mengakibatkan kebakaran,” demikian imbauan Damkar Bangkep.
Damkar Bangkep menegaskan, keterbatasan akses
menuju pulau bukan alasan bagi petugas untuk tidak melakukan penanganan.
Personel tetap digeser ke lokasi dengan kemampuan dan peralatan yang tersedia.
Bukan kami tidak mau ke pulau, tetapi kami terbatas akses menuju lokasi kebakaran,” ujar Adnan. (bar)
.png)


