Gubernur Buka Ruang Sebesar-besarnya untuk Investor UEA
INVESTOR ARAB - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido menerima kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (4/8/2026). Foto Medi BERANI
PALU, Radar Sulteng – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menawarkan empat sektor ivestasi kepada investor Uni Emirat Arab (UEA). Keempat sektor tersebut meliputi mineral, energi terbarukan, perkebunan kelapa sawit, dan perikanan. Gubernur Anwar Hafid yakin empat sektor itu bisa menguntungkan kedua negara.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membuka
ruang seluas-luasnya bagi investor asing, khususnya dari UEA, untuk
berinvestasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Kami berharap investasi dari Uni Emirat Arab dapat segera masuk dan memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah," ujar Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido menerima kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (4/8/2026).
Gubernur Anwar Hafid mengatakan, kunjungan Dubes UEA menjadi
momentum penting untuk membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas
antara Sulawesi Tengah dan Uni Emirat Arab.
Alhamdulillah, ini kunjungan yang sangat berarti. Kami melihat keseriusan dari Dubes UEA dalam menjajaki potensi investasi di Sulawesi Tengah. Banyak hal strategis yang telah dibahas, dan insya Allah akan segera kami tindaklanjuti secara konkret," ujar Anwar Hafid.
Sementara itu, Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem
AlDhaheri, menyampaikan bahwa negaranya melihat potensi besar yang dimiliki
Sulawesi Tengah. Selain sumber daya mineral, daerah ini juga dinilai memiliki
peluang pengembangan di sektor energi, perkebunan, perikanan, hingga
pariwisata.
Kami melihat banyak peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama. Fokus kami antara lain pada sektor pertanian, energi, kelapa sawit, perikanan, pariwisata, serta mineral," ungkapnya.
Untuk mempercepat realisasi kerja sama, kedua pihak sepakat
membentuk task force atau tim bersama yang akan mengawal investasi pada
sektor-sektor prioritas.
Kami akan membentuk task force untuk fokus pada sektor-sektor prioritas. Ini penting agar peluang investasi dapat ditindaklanjuti secara konkret dan terarah," tegas Abdulla.
Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat akan digelar
pertemuan lanjutan di Jakarta guna mempresentasikan secara rinci empat sektor
utama yang menjadi fokus investasi, yakni mineral, energi terbarukan,
perkebunan kelapa sawit, dan perikanan.
Selain menawarkan potensi sumber daya alam, Gubernur Anwar
Hafid juga menegaskan kesiapan Sulawesi Tengah dalam mendukung investasi
melalui pengembangan energi terbarukan, penyediaan infrastruktur pendukung,
serta kemudahan bagi para investor.
Kami terus mendorong transisi energi di kawasan industri serta menyiapkan berbagai kemudahan bagi investor. Ini bagian dari upaya kami menciptakan iklim investasi yang kondusif," jelasnya.
Tak hanya itu, Pemprov Sulawesi Tengah juga menawarkan
peluang investasi di sektor kesehatan melalui pembangunan rumah sakit bertaraf
internasional guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan berkualitas di kawasan
Indonesia timur.
Pertemuan ditutup dengan kesepahaman untuk memperkuat kerja
sama yang saling menguntungkan. Kedua belah pihak optimistis kolaborasi
tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan
pembangunan Sulawesi Tengah di masa mendatang. (bar/*)
.png)

