Dua Atlet Sulteng Dipanggil Pelatnas Kun Khmer
IKUT PELATNAS - Dua atlet Kun Khmer bersama pelatih Rustam dan asistennya. Foto IST
PALU, Radar Sulteng – Dua atlet Kun Khmer asal Sulawesi Tengah mendapat panggilan untuk mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) sekaligus memperkuat Tim Indonesia pada 1st Asian Kun Khmer Championship 2026 yang akan berlangsung di Vietnam, 1–8 September 2026.
Kedua atlet tersebut merupakan binaan Rustam,
pelatih asal Morowali yang sebelumnya berhasil mengantarkan atlet Sulawesi
Tengah lolos ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 dan PON 2024.
Dua atlet Sulteng yang dipanggil yakni Farran
Muhammad, yang akan turun di kelas Junior Putra 52–55 kilogram, serta Moh
Fauzan Hamado, pada kelas Cadet Putra 48–51 kilogram.
Rustam mengatakan, pemanggilan kedua atlet
tersebut menjadi kesempatan penting bagi pembinaan Kun Khmer di Sulawesi
Tengah. Keduanya masih berusia muda dan masih berstatus sebagai pelajar.
Mereka masih muda, masih sekolah. Potensinya ada dan kalau dibina dengan baik, mereka bisa mengibarkan bendera Indonesia di ajang internasional,” kata Rustam.
Menurut dia, potensi tersebut membutuhkan
dukungan berkelanjutan, khususnya dari pemerintah daerah. Dukungan diperlukan
agar atlet tidak hanya mampu mengikuti kejuaraan nasional, tetapi juga memiliki
kesempatan menjalani pembinaan dan bertanding di tingkat internasional.
Rustam berharap prestasi yang ditorehkan kedua
atlet tersebut dapat menjadi awal berkembangnya Kun Khmer di Sulawesi Tengah.
Apalagi, cabang olahraga ini tergolong baru dibentuk di Indonesia.
Pemanggilan Farran dan Fauzan tertuang dalam
surat Pengurus Besar Federasi Kun Khmer Indonesia (PB FKKI) Nomor
023/PB-FKKI/KU/VIII/2026 tertanggal 18 Agustus 2026 tentang Panggilan Pelatnas
dan Kejuaraan Asia.
Dalam surat tersebut disebutkan, pemilihan
atlet didasarkan pada hasil Kejuaraan Dunia Kun Khmer di Kamboja, Kejuaraan
Nasional III dan IV Kun Khmer Indonesia, Fight Day 1 dan 2, serta undangan 1st
Asian Kun Khmer Championship 2026 dari Kun Khmer International Federation
(KIF).
PB FKKI menyebut organisasi Kun Khmer di
Indonesia masih dalam proses untuk menjadi anggota KONI dan KOI. Karena itu, program
kegiatan FKKI saat ini masih menggunakan pembiayaan secara swadaya atau
mandiri.
Kejuaraan Asia di Vietnam juga disebut menjadi
ajang seleksi dan evaluasi untuk memilih atlet yang akan dipromosikan sebagai
atlet elite profesional Kun Khmer Indonesia untuk dikirim mengikuti berbagai
event Kun Khmer profesional di dunia.
Ketua Cabor Kun Khmer Sulawesi Tengah,
Albakarah Firmansyah, turut menyampaikan bahwa pemanggilan dua atlet Sulteng
tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan cabang olahraga Kun Khmer di
daerah.
Dengan usia yang masih muda, Farran dan Fauzan
diharapkan dapat menjadi bagian dari regenerasi atlet Kun Khmer Sulteng
sekaligus membuka peluang lahirnya atlet berprestasi yang mampu tampil di
pentas internasional. (bar)
.png)

