Disdik Sulteng Alokasikan Rp100 Miliar Anggaran 2027
![]() |
| Firmanza DP |
PALU, Radar Sulteng - Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memaparkan capaian dan rencana kebijakan sektor pendidikan dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) bersama Komisi IV DPRD Provinsi Sulteng di kantor DPRD Sulteng jalan Moh Yamin. Rabu, (5/8/2026)
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi
Tengah, Firmanza DP, menjelaskan pihaknya telah memaparkan lima poin kebijakan
umum terkait pelayanan dasar pendidikan di sekolah, mencakup kurikulum,
keamanan sekolah, sarana-prasarana, hingga ketersediaan guru.
Kami Dinas Pendidikan sudah menyampaikan tadi bahwa kebijakan umum kita itu seperti apa sudah kami jelaskan. Paling tidak itu kan ada lima yang berkaitan dengan pelayanan dasar di sekolah," ujarnya saat ditemui usai rapat berlangsung.
Firmanza menyebut, sejumlah catatan yang
disampaikan Komisi IV pada rapat sebelumnya sebagian telah ditindaklanjuti, dan
sebagian lainnya masih dalam proses. Ia mencontohkan persoalan kekurangan siswa
di salah satu SMK yang telah mulai dibenahi, serta kondisi siswa SMA 1 Sigi
yang sempat belajar di kelas darurat, yang kini telah mendapat alokasi anggaran
revitalisasi.
Ada beberapa sarana-prasarana sekolah, ada anak-anak kita misalnya di SMA 1 Sigi yang masih belajar di kelas darurat. Ya Alhamdulillah tahun ini kita sudah dapatkan revitalisasi untuk bisa kita bangunkan," jelasnya.
Ia mengungkapkan, secara keseluruhan Dinas
Pendidikan Provinsi Sulteng telah
menerima alokasi dana revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat lebih dari
Rp100 miliar, yang akan digunakan untuk merevitalisasi hampir 100 sekolah rusak
di seluruh Sulteng, dengan jumlah yang masih berpotensi bertambah.
Revitalisasi sekarang di Sulawesi Tengah ini sudah lebih 100 miliar kami dapatkan uang dari pusat untuk merevitalisasi sekolah-sekolah di Sulawesi Tengah ini. Jumlahnya itu sudah kurang lebih 99 sekolah, hampir 100 sekolah. Dan ini masih akan bertambah, kita masih cari untuk revitalisasi sekolah ini," ungkapnya.
Terkait mekanisme penentuan sekolah yang
mendapat bantuan revitalisasi, Firmanza menjelaskan pihak sekolah sendirilah
nantinya akan yang menyampaikan kebutuhan dan kekurangannya saat mengikuti
kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Jakarta maupun Makassar.
Semenetara itu, mengenai program Beasiswa
Berani Cerdas, Firmanza memastikan program tersebut tetap berjalan sebagai
program prioritas sekaligus janji politik Gubernur Sulawesi Tengah kepada
masyarakat, khususnya di sektor pendidikan yang menjadi bagian dari Standar
Pelayanan Minimal (SPM) daerah.
Berani cerdas tetap jalan karena ini adalah program prioritas dari Bapak Gubernur. Ini adalah janji politik Pak Gubernur kepada masyarakat yang harus kita laksanakan," jelasnya.
Ia menambahkan, pembayaran beasiswa untuk
semester ganjil tengah berlangsung pada Juli-Agustus ini. Jika sebelumnya
program tersebut telah menjangkau sekitar 22.000 mahasiswa, tahun ini jumlah
pendaftar baru tercatat sudah mencapai 30.000 mahasiswa, sehingga total
penerima berpotensi mencapai sekitar 50.000 mahasiswa, meski masih menunggu
proses verifikasi kelengkapan syarat.
Kalau yang kemarin kan sudah ada 22.000 mahasiswa. Pendaftar baru ini sudah 30.000 mahasiswa. Tapi kita tetap verifikasi dulu, siapa tahu masih banyak yang belum memenuhi syarat. Kita tetap kawal," tambahnya. (ZAR)
.png)

