Buka Pelatihan Wasit Tenis, KONI Sulteng Dorong Peningkatan SDM
MEMBUKA - Ketua Harian KONI Sulteng Moh Ifan taufan membuka pelatihan wasit tenis daerah Pelti Sulteng di Aula BPSDM Sulteng, Senin (10/8/2026).
PALU, Radar Sulteng – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perangkat pertandingan melalui Pelatihan Wasit Daerah Berlisensi yang diakui Pelti tahun 2026.
Ketua Harian KONI Sulteng Moh Ifan Taufan
mengatakan, pelatihan wasit tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari hasil
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KONI Sulteng. Dalam Rakerda sebelumnya,
peningkatan kapasitas perangkat pertandingan menjadi salah satu perhatian yang
perlu direalisasikan.
Pada Rakerda kemarin untuk membuat pelatihan wasit, dan itu sekarang dibuktikan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan wasit yang memiliki
kompetensi dan lisensi sangat penting dalam mendukung penyelenggaraan
pertandingan yang profesional. Wasit merupakan bagian penting dari perangkat
pertandingan yang menentukan kualitas dan kredibilitas sebuah kompetisi.
Pelatihan yang berlangsung di BPSDM Sulteng,
10-14 Agustus 2026, tersebut diikuti 30 peserta. Mereka terdiri dari 27
laki-laki dan tiga perempuan, dengan peserta tidak hanya berasal dari Sulawesi
Tengah, tetapi juga Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi
Utara dan Sulawesi Barat.
Kegiatan tersebut menghadirkan mentor dari
Pelti Pusat, Riyat Andryzar dan Dedi Adi Nugroho.
Ifan mengatakan menegaskan, peningkatan
kualitas wasit sejalan dengan upaya KONI memperkuat pembinaan olahraga di
daerah. Selain atlet dan pelatih, perangkat pertandingan juga harus mendapat
perhatian agar penyelenggaraan kompetisi berjalan semakin baik.
Saat ini, kata dia, KONI Sulteng juga tengah
mempersiapkan sejumlah agenda olahraga, termasuk menghadapi pelaksanaan Pekan
Olahraga Provinsi (Porprov) yang mengalami perubahan jadwal.
KONI Sulteng, lanjutnya, tetap fokus pada
pembinaan dan pembibitan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda
olahraga yang lebih besar.
Kita lebih membina dan membibitkan agar bisa keluar membawa nama harum Sulteng,” katanya.
Ia berharap pelatihan wasit tersebut tidak
hanya menghasilkan wasit yang memiliki lisensi, tetapi juga mampu meningkatkan
kompetensi dan jumlah wasit berkualitas di Sulawesi Tengah.
Semoga kegiatan ini meningkatkan kompetensi dan meningkatkan jumlah wasit di Sulteng,” pungkasnya. (bar)
.png)

