BPK Ingatkan Berkali-kali, Rico Minta Pemkot Palu Hentikan Target Tak Realistis
![]() |
| Rico AT Djanggola |
PALU, Radar Sulteng – Ketua DPRD Kota Palu, Rico A.
Djanggola, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu agar tidak menetapkan
target pendapatan daerah dalam Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan
Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 secara
berlebihan. Pernyataan itu disampaikan saat rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD
Kota Palu bersama BPKAD, Bapenda, dan OPD terkait di Ruang Sidang Utama DPRD
Kota Palu, Jalan Moh. Hatta, Senin (3/08/2026), menyusul masih adanya sejumlah
proyeksi pendapatan yang dinilai perlu diuji kelayakannya.
Rico mengatakan, Banggar belum bisa langsung menyetujui
rancangan KUA-PPAS 2027 karena masih harus mencermati setiap komponen
pendapatan maupun belanja. Menurutnya, seluruh proyeksi harus disusun
berdasarkan kondisi riil agar tidak menjadi target yang hanya terlihat besar di
atas kertas.
Artinya dari pihak TAPD kan sudah memaparkan rancangan PPAS untuk tahun depan. Cuma kami dari Banggar masih melihat ada beberapa hal yang perlu dipelajari lebih lanjut, terutama target-target pendapatan dan belanjanya. Makanya kita masih butuh waktu, kita coba kaji dulu, kita cek dulu angka-angkanya apakah hal itu realistis atau tidak,” ujar Rico.
Ia menegaskan, DPRD tidak ingin kembali mengesahkan target
yang sulit dicapai. Sebab, penyusunan proyeksi yang tidak sesuai kemampuan
daerah berpotensi menjadi catatan dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK).
Karena kita juga beberapa kali kan sudah diperingatkan oleh BPK, kalau buat target tuh jangan yang terlalu mengawang-ngawang,” tegasnya.
Peringatan tersebut menjadi sinyal bahwa Banggar akan
memperketat pembahasan KUA-PPAS 2027. Setiap target pendapatan akan ditelusuri
dasar perhitungannya sebelum disepakati, sehingga APBD tidak dibangun di atas
asumsi yang sulit diwujudkan, melainkan berdasarkan potensi riil yang dapat
dicapai pemerintah daerah.(Cr1)
.png)

