BOTACH Banggai Open Taekwondo Championship 2026, Diikuti 520 Atlet dari Empat Provinsi
TAEKWONDO - Pembukaan Banggai Open Taekwondo Championship 2026 di GOR Kilongan Luwuk, Kamis (20/8/2026). Foto IST
LUWUK, Radar Sulteng – Banggai Open Taekwondo Championship (BOTACH) 2026 yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Kilongan, Luwuk, Kabupaten Banggai, diikuti sebanyak 520 atlet dari empat provinsi. Kejuaraan tersebut berlangsung selama tiga hari, 20 hingga 22 Agustus 2026.
Peserta tidak hanya berasal dari Sulawesi
Tengah, tetapi juga datang dari Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi
Tenggara. Kehadiran ratusan atlet dari berbagai daerah ini menunjukkan
antusiasme yang tinggi terhadap pembinaan dan kompetisi Taekwondo di kawasan
Sulawesi.
Sekretaris Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Sulteng Budi Yuwono mengatakan Banggai Open Taekwondo Championship 2026 merupakan salah satu dari rangkaian kompetisi Taekwondo yang terjadwal di Pengprov TI Sulawesi Tengah tahun ini. Kami mendorong setiap Pengkab/Pengkot untuk dapat menyelenggarakan minimal satu kejuaraan setiap tahun.
Hal ini merupakan bagian dari strategi program kerja Pengprov TI Sulawesi Tengah untuk semakin menggairahkan pembinaan Taekwondo di setiap daerah. Melalui semakin banyaknya kejuaraan, diharapkan minat masyarakat untuk menjadi bagian dari olahraga Taekwondo semakin meningkat.
"Di sisi lain, kompetisi yang rutin akan mendorong para atlet untuk lebih giat berlatih, meningkatkan mental bertanding, serta mengukur dan menguji kemampuan mereka. Dengan demikian, kejuaraan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan Taekwondo yang berkelanjutan di Sulawesi Tengah," ujar Budi Yuwono.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum III Pengprov Taekwondo Indonesia Sulawesi Tengah, Master Sumarno, yang mewakili Ketua Umum Pengprov TI Sulteng Mayjen TNI Dody Triwinarto hadir pada pembukaan, mengatakan bahwa Pengprov mengapresiasi pengkab TI Banggai yang telah berjuang untuk terselenggaranya even perdana ini.
Sumarno mengatakan Ketum berharap kepada Pemda Banggai melalui KONI Banggai dapat mensupport kegiatan-kegiatan Taekwondo di daerah ini, terlebih lagi cabor Taekwondo ini merupakan salah satu cabor super prioritas yang diandalkan KONI Sulteng untuk meraih medali emas pada PON 2028.
"Antusiasme dari peserta event ini sangat luar biasa terbukti dengan jumlah peserta 520 dari 4 provinsi, Sulteng, Gorontalo, Sultra dan Sulut, sehingga harapan pengprov TI Sulteng even Botach ini dapat menjadi agenda tahunan dari pengkab TI Banggai, seperti di kota Palu, ada walikota cup, Poso ada Bupati Cup, Toli-toli juga Bupati cup, sehingga sangat diharapkan di Banggai event Botach ini merupakan agenda tetap Pengkab Banggai dalam membentuk dan menjaring atlet-atlet potensi di Banggai khususnya dan Sulteng umummya," ujar Sumarno.
Ketua Panitia BOTACH 2026, Irfan Milang,
S.Sos, mengatakan jumlah peserta yang mencapai 520 atlet menjadi salah satu
indikator tingginya antusiasme terhadap kejuaraan tersebut.
Menurutnya, BOTACH 2026 tidak hanya bertujuan
meningkatkan kapasitas atlet, tetapi juga menjadi wadah untuk melahirkan
petarung muda yang memiliki karakter dan prestasi.
Harapan kami dari kegiatan ini dapat lahir atlet-atlet yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional, bahkan internasional, sebagai jebolan Taekwondo Indonesia Sulawesi Tengah,” kata Irfan.
BOTACH 2026 dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banggai dan dihadiri perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Pengprov TI Sulteng, Forkopimda Banggai, kepala OPD Kabupaten Banggai, KONI Banggai, para wasit dan juri serta perwakilan cabang olahraga.
Pelaksanaan kejuaraan didukung melalui pembiayaan mandiri panitia dan dukungan dari KONI Kabupaten Banggai,” kata Irfan.
Adapun peserta berasal dari berbagai daerah.
Dari Sulawesi Utara, peserta berasal dari TI Bolaang Mongondow Utara. Sementara
dari Gorontalo, kontingen yang ambil bagian yakni TI Gorontalo, Kodim 1304
Gorontalo dan Bhayangkara NNZZ Pohuwato. Adapun dari Sulawesi Tenggara, peserta
diwakili WTFC Konawe Utara (Konut) Sultra.
Sementara itu, kontingen dari Sulawesi Tengah
menjadi peserta terbanyak. Mereka berasal dari sejumlah kabupaten dan Kota
Palu. Dari Kabupaten Banggai, selain kontingen kabupaten, terdapat Banggai
Taekwondo Club (BTC) dan Hyeongje Taekwondo Club (HTC).
Dari Kabupaten Morowali, peserta berasal dari
Art Club Bahodopi dan Taekwondo Black Mamba Morowali. Kabupaten Banggai Laut
mengirimkan BFC Banggai Laut, sedangkan Kabupaten Banggai Kepulauan diwakili
GPTC Bangkep dan Pegasus Taekwondo Club.
Selanjutnya, Kabupaten Tojo Una-Una
mengirimkan Ampana Taekwondo Club (ATC) dan Ratolindo Taekwondo Club (RTC).
Kabupaten Parigi Moutong diwakili Taekwondo Dam's Family (TDF), Kabupaten
Tolitoli melalui Alfaqqih Taekwondo Academy (ATA), serta Kabupaten Donggala
melalui MRTC Sulteng.
Dari Kota Palu, terdapat enam klub yang ambil
bagian, yakni Taekwondo Dragon Club (TDC), Untad Taekwondo Club (UTC),
Taekwondo Family, TMC Kota Palu, Jeonstugi Tadulako Club dan Bravo TC. (bar)
.png)

