Bapenda Palu Pasang 488 Tapping Box
![]() |
| Syarifudin |
PALU, Radar Sulteng - Pemasangan alat perekam data transaksi atau tapping box terbukti ampuh mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palu mencatat, sektor pajak makan minum mengalami lonjakan penerimaan hingga Rp1,8 miliar pascapemasangan alat digital tersebut.
Plt. Sekretaris Bapenda Kota Palu, Syarifudin,
membeberkan bahwa sebelum penggunaan alat secara masif, rata-rata pemasukan
pajak dari sektor kafe dan restoran hanya berada di kisaran Rp4,2 miliar.
Sekarang makan minum itu mau hampir Rp6 miliar. Artinya, ada uang sekitar Rp1,8 miliar terdongkrak naik secara signifikan berkat alat ini," ungkap Syarifudin usai ditemui di kantor, Jalan Baruga, Kamis (13/08/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan pendapatan ini
merupakan hasil dari pemasangan 488 unit tapping box di berbagai lokasi wajib
pajak. Bapenda saat ini lebih mengandalkan penggunaan alat berjenis clean
reader karena terintegrasi langsung dengan sistem secara aman, sehingga efektif
menutup celah atau peluang wajib pajak untuk memanipulasi laporan omzet
harian.
Melihat tren setoran yang terus meroket,
Bapenda menaruh optimisme tinggi bahwa target pajak restoran yang dipatok
sebesar Rp36 miliar pada tahun ini dapat tercapai atau bahkan melampaui 100
persen pada akhir tahun nanti.
Syarifudin menambahkan, angka penerimaan saat
ini sebenarnya masih bisa dimaksimalkan.
Berdasarkan hasil hitungan BPKAD Palu bersama
Bapenda, jika seluruh pengusaha kuliner di Kota Palu patuh dan secara jujur
melaporkan transaksinya ke pemerintah, potensi pajak makan minum yang bisa
diraup bisa menembus angka fantastis.
Kalau semuanya menerapkan dan berlaku jujur, angkanya per bulan itu di atas Rp6 miliar. Bahkan ada yang memprediksi bisa mencapai Rp8 sampai Rp9 miliar selama wajib pajak patuh," pungkasnya. (aka)
.png)

