Armada Menua, RSUD Anutapura Usul Tambah Ambulans
![]() |
| dr. Maria Rosa Da Lima Rupa |
PALU, Radar Sulteng– Isu minimnya armada ambulans RSUD Anutapura Kota Palu yang mencuat dalam pembahasan Banggar DPRD Kota Palu pada Selasa (28/07/2026) yang lalu diluruskan pihak manajemen rumah sakit.
Direktur RSUD Anutapura, dr. Maria Rosa Da Lima Rupa,
menegaskan rumah sakit masih mengoperasikan tiga ambulans rujukan dari total
empat unit yang dimiliki. Satu kendaraan lainnya tidak lagi digunakan karena
sering mengalami kerusakan.
Maria Rosa menjelaskan, kendaraan operasional RSUD Anutapura
terdiri atas tiga mobil jenazah, empat ambulans, dan satu mobil Unit Pengelola
Darah (UPD). Mobil UPD merupakan pengadaan 2025, sedangkan armada ambulans
terdiri atas satu unit pengadaan 2009 yang kini tidak lagi operasional serta
tiga unit pengadaan 2013, 2017, dan 2024 yang masih digunakan melayani rujukan
pasien.
Kalau mobil ambulans kami ada empat. Cuma mobil ambulans yang satu itu sudah sering rusak. Jadi bukan cuma satu. Yang operasional sekarang ada tiga," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon Whatsapp, Kamis 6/08/2026,
Ia menjelaskan, dua ambulans pengadaan 2013 dan 2017
dimanfaatkan untuk melayani rujukan di dalam Kota Palu, seperti mengantar
pasien ke RS Undata maupun laboratorium. Sementara ambulans pengadaan 2024
diprioritaskan untuk rujukan luar daerah, termasuk ke Makassar.
Soal dibilang hanya satu, mungkin maksudnya cuma satu yang baru, yang tahun 2024," katanya.
Maria Rosa mengakui usia armada menjadi tantangan
tersendiri. Namun, pengadaan ambulans baru tidak dapat dilakukan setiap tahun
karena harga satu unit kendaraan mencapai lebih dari Rp1 miliar. Karena itu,
rumah sakit menyesuaikan pembelian dengan kemampuan anggaran.
Ambulans itu nilainya di atas Rp1 miliar. Kami ada bikin perencanaan tahun depan satu ambulans. Mampunya setelah beberapa tahun baru kami beli," ungkapnya.
Meski sebagian armada telah berusia cukup lama, ia
memastikan pelayanan kepada masyarakat belum terganggu. Hingga kini tidak ada
layanan rujukan maupun kegawatdaruratan yang tertunda akibat keterbatasan
kendaraan.
Alhamdulillah tidak. Untuk membawa pasien masih aman. Ambulans rujukan dalam kota juga masih cukup," tuturnya.
Ia juga menepis anggapan keterbatasan armada berdampak
terhadap pendapatan rumah sakit. Menurutnya, pelayanan tetap berjalan karena
fasilitas penunjang lainnya masih memadai.
Tidak sih. Pendapatan kami tidak pernah berkurang karena itu. Cuma memang kasihan juga ambulans tahun 2024, kalau terus dipakai sendiri nanti tidak punya kesempatan istirahat," ucapnya.
Untuk itu, RSUD Anutapura telah mengusulkan pengadaan satu
ambulans pada APBD 2027. Ia berharap usulan tersebut dapat direalisasikan,
bahkan mendapat dukungan tambahan dari DPRD Kota Palu agar beban operasional
kendaraan tidak hanya bertumpu pada armada yang ada.
Kalau ada satu pergi, masih ada kesempatan istirahat mobil yang satu supaya tidak cepat rusak ke depannya," pungkasnya.(Cr1)
.png)

