APPBIPA Sulteng Perkuat Program BIPA bagi Mahasiswa dan Tenaga Kerja Asing
![]() |
| Asrianti |
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi APPBIPA Sulawesi Tengah untuk memperkuat kelembagaan, memperluas jejaring kemitraan, serta meningkatkan penyelenggaraan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), khususnya bagi mahasiswa asing dan tenaga kerja asing yang belajar, tinggal, maupun bekerja di Sulawesi Tengah.
Dalam kepengurusan baru tersebut, Asrianti,
S.Pd., M.Pd., kembali dipercaya sebagai Ketua APPBIPA Cabang Sulawesi Tengah
untuk masa bakti 2026–2030. Sebelumnya, Asrianti telah memimpin organisasi
tersebut pada periode 2021–2026.
Kegiatan pelantikan dihadiri Kepala Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafiz Muksin, Kepala Pusat Pemberdayaan
Bahasa dan Sastra Iwa Lukmana, Ketua Umum APPBIPA Pusat Prof. Gatut Susanto,
Wakil Ketua I APPBIPA Pusat Agus Soehardjono, serta Kepala Balai Bahasa
Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Syarifuddin.
Gubernur Sulawesi Tengah melalui Asisten II
Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulteng, Dr. H. Rudi Dewanto,
menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut. Pemerintah provinsi memandang
APPBIPA sebagai mitra strategis dalam memperkuat penggunaan bahasa Indonesia
sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Tengah kepada masyarakat
internasional.
Menurutnya, penguasaan bahasa Indonesia bagi
tenaga kerja asing penting untuk mendukung komunikasi, keselamatan kerja,
hubungan sosial, serta proses adaptasi budaya. Karena itu, sinergi APPBIPA
dengan Balai Bahasa, Dinas Ketenagakerjaan, perguruan tinggi dan perusahaan
perlu terus diperkuat.
Hafiz Muksin juga menilai Sulawesi Tengah
memiliki potensi besar dalam pengembangan BIPA. Keberadaan perguruan tinggi,
mahasiswa asing, perusahaan multinasional dan tenaga kerja asing menjadi
peluang untuk memperluas program pembelajaran bahasa Indonesia secara
profesional dan berkelanjutan.
Di lingkungan industri, kemampuan berbahasa
Indonesia dinilai tidak hanya berkaitan dengan komunikasi sehari-hari.
Kemampuan tersebut juga mendukung ketepatan menerima instruksi, koordinasi
dengan pekerja Indonesia, pemahaman prosedur keselamatan dan kesehatan kerja, hingga
pencegahan kesalahpahaman.
Khususnya di kawasan industri Morowali,
sejumlah perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing telah menyampaikan
rencana untuk menyelenggarakan pembelajaran bahasa Indonesia. APPBIPA Sulawesi
Tengah menyatakan siap menjadi mitra dalam merancang dan melaksanakan program
tersebut.
Ketua APPBIPA Sulteng Asrianti mengatakan,
amanah yang kembali dipercayakan kepadanya bukan sekadar jabatan organisasi,
tetapi tanggung jawab moral, akademik, sosial dan kebangsaan.
BIPA bukan sekadar pembelajaran bahasa. BIPA merupakan ruang perjumpaan antarbudaya, ruang untuk membangun saling pengertian, serta jembatan yang mempertemukan Indonesia dengan masyarakat dunia,” ujarnya.(bar/*)
.png)

